Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

HUT 112 Kota Malang, Fraksi PKS Kota Malang: Velodrome Jadi Catatan Kritis

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang justru diwarnai sorotan tajam terhadap kondisi Velodrome yang dinilai belum layak. Anggota DPRD Kota Malang dari Komisi D, Asmualik, menyebut fasilitas publik tersebut masih jauh dari standar meski menjadi salah satu titik strategis di wilayah timur kota.

Ia menegaskan, peringatan hari jadi seharusnya tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi refleksi untuk menghadirkan perbaikan nyata bagi masyarakat. Salah satunya dengan memastikan sarana publik dalam kondisi optimal.

“Selamat ulang tahun ke-112 untuk Kota Malang. Harapannya, pelayanan kepada masyarakat semakin baik, termasuk pembenahan fasilitas publik,” ucap dia.

Velodrome Ramai, Tapi Fasilitas Dinilai Memprihatinkan

Asmualik menggambarkan kondisi Velodrome saat ini sebagai “hidup segan mati tak mau”. Aktivitas masyarakat di kawasan tersebut terbilang tinggi, namun tidak didukung dengan fasilitas yang memadai. Menurutnya, berbagai persoalan mulai dari kebersihan, infrastruktur, hingga penataan kawasan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

“Velodrome ini ramai digunakan, tapi kondisinya memprihatinkan. Ini harus jadi perhatian serius. Di momen ulang tahun kota, seharusnya ada hadiah nyata untuk masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai pembenahan Velodrome tidak hanya berdampak pada kenyamanan warga, tetapi juga menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam mengelola ruang publik.

Wajah Kota dari Timur, Velodrome Jadi Kesan Pertama

Lebih jauh, Asmualik menekankan posisi strategis Velodrome sebagai pintu masuk Kota Malang dari arah timur, terutama dengan adanya akses tol di kawasan tersebut. Kondisi Velodrome, menurutnya, secara langsung mencerminkan wajah Kota Malang di mata para pendatang. Jika dikelola dengan baik, kawasan ini dapat menjadi ikon sekaligus ruang publik representatif.

“Kalau Velodrome diperbaiki, itu sama saja mempercantik wajah Kota Malang. Ini penting karena menjadi kesan pertama bagi yang masuk dari timur,” jelasnya.

Pengamat Tata Kota: Ruang Publik Harus Berdaya dan Bermakna

Sorotan terhadap Velodrome juga mendapat perhatian dari Pengamat Tata Kota, Aziz Bachtiar. Ia menilai ruang publik tidak sekadar tempat berkumpul, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan interaksi sosial masyarakat.

Dalam pandangan Aziz, fasilitas publik yang terbengkalai mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kualitas hidup warga. Padahal, ruang publik yang layak dapat menjadi sarana edukasi, olahraga, hingga penguatan nilai sosial.

“Ruang publik harus memberi manfaat, bukan sekadar ada. Harus nyaman, aman, dan mendukung aktivitas positif masyarakat,” ungkap Aziz.

Pendekatan ini menegaskan bahwa revitalisasi Velodrome bukan hanya soal fisik, tetapi juga tentang membangun ekosistem sosial yang sehat.

Status Aset Tak Jelas, DPRD Dorong Kepastian

Selain kondisi fisik, Asmualik juga menyoroti belum jelasnya status pengelolaan Velodrome. Hingga kini, aset tersebut masih belum pasti berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Malang atau Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia mendorong adanya kejelasan agar pengelolaan dapat dilakukan secara optimal, termasuk dalam hal perencanaan anggaran dan pengembangan kawasan.

“Kalau di bawah provinsi, sejauh mana perhatian dan pendanaannya. Kalau tidak maksimal, sebaiknya dialihkan ke Pemkot agar bisa dikelola lebih baik,” ungkapnya.

Menurutnya, pencatatan aset yang jelas menjadi langkah awal agar Velodrome bisa masuk dalam prioritas pembangunan.

Tantangan dan Potensi, Malang Didorong Jadi Kota Kreatif

Di tengah sorotan tersebut, Asmualik juga menyinggung tantangan pembangunan Kota Malang, termasuk kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Meski demikian, ia optimistis Malang memiliki potensi besar, khususnya di sektor ekonomi kreatif. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, termasuk ruang publik yang representatif, Malang dinilai mampu menjadi pusat kreator nasional.

“Potensi Malang luar biasa. Banyak talenta muda yang sudah mendunia, dari animasi hingga game developer. Ini harus difasilitasi,” tandas politisi PKS itu.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *