google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Saifudin Zuhri Ingatkan Evaluasi Berkala Kebijakan Pembatasan Gadget Bagi Peserta Didik

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Surabaya, iKoneksi.com — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Saifudin Zuhri, menyatakan dukungan terhadap kebijakan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur yang mulai diberlakukan sejak 13 April 2026.

Menurut Saifudin, langkah yang diambil Gubernur Khofifah Indar Parawansa merupakan kebijakan strategis untuk mengembalikan fokus utama pendidikan, yakni pembentukan karakter dan peningkatan kualitas interaksi sosial siswa.

“Kebijakan ini tepat. Gadget memang tidak bisa dihindari, tetapi harus dikendalikan agar tidak mengganggu proses belajar,” tegasnya.

Ia menilai, penggunaan gadget yang tidak terkontrol selama ini telah memicu berbagai persoalan di kalangan pelajar, mulai dari menurunnya konsentrasi belajar hingga meningkatnya risiko kecanduan digital dan perundungan daring (cyberbullying).

Saifudin menekankan, pembatasan gadget bukan berarti melarang sepenuhnya penggunaan teknologi, melainkan mengatur agar penggunaannya tepat sasaran dan berada dalam pengawasan guru.

“Teknologi tetap penting, tetapi harus digunakan untuk mendukung pembelajaran, bukan malah menjadi distraksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan Jawa Timur yang telah melakukan uji coba sebelum kebijakan ini diterapkan secara luas. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk memastikan kebijakan berjalan efektif dan tidak menimbulkan resistensi di lapangan. Namun demikian, Saifudin mengingatkan keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada konsistensi pengawasan, baik dari pihak sekolah maupun orang tua.

“Pengawasan tidak boleh longgar. Sekolah harus tegas, dan orang tua juga harus ikut mengontrol penggunaan gadget anak di rumah,” sebutnya.

Ia juga mendorong adanya evaluasi berkala terhadap implementasi kebijakan tersebut. Hal ini penting untuk melihat sejauh mana efektivitas pembatasan gadget dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan perilaku siswa. Menurut Saifudin, kebijakan ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat budaya belajar yang lebih sehat dan seimbang. Ia berharap siswa tidak hanya lebih fokus dalam belajar, tetapi juga kembali aktif dalam interaksi sosial secara langsung.

“Anak-anak harus kembali berinteraksi, berdiskusi, dan membangun empati. Jangan sampai dunia digital menjauhkan mereka dari realitas sosial,” lugas dia.

Selain itu, ia menilai kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan minat baca, kemampuan menulis, serta keterampilan berpikir kritis siswa yang selama ini dinilai menurun akibat penggunaan gadget yang berlebihan. Saifudin memastikan, DPRD Jawa Timur akan terus mengawal implementasi kebijakan ini agar benar-benar memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.

“Kami akan terus memantau. Jangan sampai kebijakan ini hanya bagus di atas kertas, tetapi lemah dalam pelaksanaan,” tekan anggota komisi A DPRD Jatim itu.

Dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga orang tua, Saifudin optimis pembatasan penggunaan gadget di sekolah dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi muda yang lebih fokus, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *