google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Saifudin Zuhri Sebut Semangat KAA Jadi Kompas PDIP Hadapi Dunia

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Peringatan 71 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Kota Bandung menjadi momentum refleksi bagi PDI Perjuangan untuk meneguhkan kembali arah perjuangan politiknya. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Saifudin Zuhri, menegaskan bahwa semangat Dasasila Bandung tetap relevan sebagai kompas dalam menghadapi dinamika geopolitik global saat ini.

Menurut Saifudin, kondisi dunia saat ini menunjukkan adanya ketidakadilan dalam tatanan pergaulan internasional. Situasi tersebut, kata dia, menuntut hadirnya tata dunia baru yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Geopolitik hari ini menunjukkan ketimpangan yang nyata. Dunia membutuhkan tatanan baru yang lebih adil, dan Pancasila bisa menjadi dasar itu,” ucap dia.

Ia menilai, ketidakadilan global tidak hanya berdampak pada hubungan antarnegara, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap kedaulatan Indonesia sebagai negara bangsa. Dalam konteks ini, PDIP disebut memiliki tanggung jawab ideologis untuk terus memperjuangkan nilai kemanusiaan dan keadilan.

Saifudin, yang akrab disapa Mas Udin, juga menyinggung meningkatnya tensi konflik global, termasuk dinamika antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam menghadapi dampak dari situasi tersebut.

“Kondisi negara bangsa sedang tidak baik-baik saja. Persatuan nasional menjadi kunci, sekaligus mendorong pemerintah agar tidak abai terhadap dampak konflik global terhadap rakyat Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan peringatan KAA bukan sekadar seremoni sejarah, melainkan fondasi moral bagi PDIP dalam merumuskan sikap politik, khususnya dalam hubungan luar negeri. Prinsip bebas aktif yang berpihak pada keadilan global dinilai sejalan dengan semangat Dasasila Bandung dan ajaran marhaenisme.

Bagi PDIP, lanjut Mas Udin, nilai-nilai anti-kolonialisme yang lahir dari KAA harus terus dihidupkan, terutama di tengah munculnya bentuk-bentuk hegemoni baru di bidang ekonomi, budaya, hingga teknologi.

“Peringatan ini menjadi pengingat agar kita menolak segala bentuk penjajahan modern dan tetap berdiri di atas kaki sendiri,” seru anggota komisi A DPRD Jawa Timur itu.

Ia juga menekankan pentingnya mewariskan semangat KAA kepada generasi muda. Menurutnya, hal ini penting agar Indonesia tetap menjadi pelopor dalam memperjuangkan kemerdekaan sejati bagi bangsa-bangsa yang masih menghadapi ketidakadilan.

“Generasi muda harus memahami bahwa KAA bukan hanya sejarah, tapi juga arah masa depan perjuangan bangsa,” lugas alumnus UIN Malang itu.

Mas Udin memastikan PDIP akan terus mengawal nilai-nilai tersebut dalam setiap langkah politiknya, termasuk dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada rakyat dan menjaga kedaulatan nasional.

“Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, peringatan KAA ke-71 menjadi pengingat bahwa solidaritas, keadilan, dan kemandirian tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga eksistensi Indonesia di kancah internasional,” tutup Mas Udin.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *