google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Baru Dilantik Menjadi Sekda Kota Semarang, Handi Priyanto Genjot PAD Semarang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Semarang, iKoneksi.com – Baru dilantik sebagai Sekretaris Daerah definitif Kota Semarang, Handi Priyanto langsung bergerak cepat dengan memetakan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil pendapatan.

Langkah awal tersebut dilakukan sebagai respons atas tren penurunan dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak pada ruang fiskal daerah. Dalam waktu singkat, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Semarang langsung melakukan rapat koordinasi untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang dinilai masih memiliki potensi peningkatan penerimaan.

“Kami langsung rapat dengan dinas-dinas, memetakan mana saja yang bisa digenjot untuk meningkatkan PAD,” tutur Handi.

Menurutnya, setiap jenis pajak memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan strategi yang spesifik dan terukur. Salah satu sektor yang menjadi fokus utama adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), yang meliputi pajak restoran, hotel, hiburan, parkir, hingga tenaga listrik.

Handi menilai sektor tersebut memiliki peluang besar untuk dimaksimalkan, terutama melalui penerapan sistem digitalisasi pembayaran. Langkah ini diyakini mampu meminimalkan potensi kebocoran penerimaan sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Ia menegaskan peningkatan PAD tidak akan dilakukan melalui kenaikan tarif pajak. Pemerintah Kota Semarang memilih pendekatan optimalisasi sistem dan pengawasan agar penerimaan dapat meningkat tanpa menambah beban masyarakat.

“Yang penting bagaimana memastikan uang yang dibayarkan masyarakat benar-benar masuk ke kas daerah tanpa kebocoran,” tekannya.

Selain pajak daerah, Pemkot Semarang juga mulai mengarah pada penerapan sistem pembayaran non-tunai atau cashless untuk retribusi, khususnya di sektor pasar tradisional dan pedagang kaki lima (PKL) yang berada di bawah pengelolaan Dinas Perdagangan.

Kebijakan tersebut diharapkan Handi mampu memperkuat akuntabilitas dan mengurangi praktik transaksi manual yang berpotensi menimbulkan celah kebocoran. Digitalisasi juga dinilai menjadi langkah strategis dalam menyesuaikan sistem pengelolaan keuangan daerah dengan perkembangan teknologi. Langkah cepat yang dilakukan Handi ini mencerminkan fokus awal kepemimpinannya pada penguatan fondasi fiskal daerah. Di tengah tantangan penurunan transfer pusat, optimalisasi PAD menjadi kunci utama menjaga stabilitas pembangunan dan pelayanan publik.

“Penguatan PAD dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai program prioritas, mulai dari infrastruktur hingga layanan dasar masyarakat,” tegas mantan Kepala Bapenda Kota Malang itu.

Handi memastikan seluruh kebijakan yang diambil akan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat. Pajak yang dibayarkan warga, menurutnya, harus kembali dalam bentuk manfaat nyata, baik melalui pembangunan maupun peningkatan kualitas layanan publik.

“Dengan strategi berbasis pemetaan potensi, digitalisasi, dan pengawasan ketat, Pemkot Semarang optimistis mampu menjaga kinerja keuangan daerah tetap solid di tengah tekanan fiskal yang semakin dinamis,” tandas Handi.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *