google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Transformasi PAUD Kota Batu, Alfi Nurhidayat Gagas Pembelajaran Kini Berbasis Digital

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Dinas Pendidikan Kota Batu mulai mengakselerasi transformasi pembelajaran anak usia dini dengan menggelontorkan program digitalisasi masif ke puluhan lembaga PAUD. Sebanyak 66 Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) kini resmi menggunakan Papan Interaktif Digital (PID), menandai babak baru pendidikan berbasis teknologi di Kota Batu.

Program ini tidak sekadar menghadirkan perangkat canggih di ruang kelas, tetapi juga mengubah pendekatan belajar-mengajar menjadi lebih interaktif, visual, dan berbasis deep learning. Langkah tersebut diperkuat melalui pelatihan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang digelar di Aula Dinas Pendidikan, Rabu (20/5/2026), dengan melibatkan ratusan guru PAUD.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan digitalisasi ini merupakan respons terhadap perubahan perilaku generasi anak masa kini yang sudah akrab dengan teknologi sejak dini.

“PAUD adalah fase emas perkembangan anak. Di tahap ini, stimulasi yang tepat sangat menentukan perkembangan bahasa, kreativitas, hingga kemampuan sosial mereka,” sebutnya.

Menurut Alfi, teknologi tidak lagi bisa dipandang sebagai ancaman dalam dunia pendidikan, melainkan harus dijadikan alat untuk memperkaya pengalaman belajar. Karena itu, papan interaktif diharapkan mampu menggantikan metode konvensional yang cenderung satu arah menjadi pembelajaran yang lebih partisipatif.

“Melalui perangkat tersebut, materi pelajaran disajikan dalam bentuk visual animatif, permainan edukatif, hingga simulasi interaktif yang memungkinkan anak terlibat langsung. Anak tidak lagi hanya mendengar dan mencatat, tetapi juga menyentuh, menggeser, dan berdiskusi secara aktif di depan layar,” jelas mantan Kadis PUPR Kota Batu itu.

Di sisi lain, distribusi perangkat dilakukan melalui sistem seleksi ketat berbasis Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dikendalikan pemerintah pusat.

“Dari total 74 lembaga PAUD di Kota Batu, sebanyak 66 dinyatakan lolos verifikasi dan menerima bantuan, sementara delapan lainnya masih menunggu validasi administrasi,” urainya.

Kepala Bidang PAUD dan Dikmas, Diana Farianti, menegaskan bahwa pemerintah daerah hanya berperan dalam pengawasan dan pendampingan, bukan penentuan penerima bantuan.

“Penyaluran dilakukan langsung dari pusat. Kami fokus memastikan pemanfaatannya optimal melalui pelatihan dan pendampingan,” jelasnya.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Dinas Pendidikan menerapkan strategi pengimbasan atau cascading. Guru-guru yang telah mengikuti pelatihan tingkat lanjut diwajibkan menularkan pengetahuan kepada rekan sejawat di masing-masing wilayah.

“Langkah ini dinilai efektif untuk mempercepat adaptasi teknologi di lingkungan PAUD, sekaligus membangun ekosistem pembelajaran digital yang merata,” ungkapnya.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Perubahan dari metode manual ke digital membutuhkan waktu dan kesiapan sumber daya manusia, khususnya bagi tenaga pendidik yang belum terbiasa dengan teknologi.

“Namun, antusiasme para guru dalam mengikuti pelatihan menjadi sinyal positif bahwa transformasi ini mulai diterima. Mereka tidak hanya belajar menggunakan perangkat, tetapi juga merancang metode pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan dengan kebutuhan anak masa kini,” serunya.

Dinas Pendidikan berharap, digitalisasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter anak yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi era digital.

“Teknologi harus dimanfaatkan, bukan dihindari. Ini adalah langkah awal menuju pendidikan yang lebih modern dan berkualitas,” tandas Diana.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *