google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hari Lahir Pancasila, Robi Barus Ingatkan Ancaman Hedonisme dan Budaya Asing bagi Generasi Muda

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus, menegaskan bahwa penguatan karakter berbasis Pancasila menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2026), Robi menilai generasi muda saat ini dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter yang kuat, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Menurutnya, kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi telah menghadirkan banyak peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi dengan fondasi moral yang kokoh.

“Pada era globalisasi ini perlu karakter yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bergotong royong, patriotik, dinamis, berbudaya, dan berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan Pancasila,” ucap Robi Barus.

Pancasila Jadi Benteng Hadapi Individualisme dan Hedonisme

Robi menjelaskan nilai-nilai Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak terjebak dalam pola hidup individualistis maupun hedonistis yang semakin mudah ditemukan di era digital. Menurutnya, semangat gotong royong, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap sesama harus terus ditanamkan agar generasi muda tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kebersamaan.

Ia meyakini penguatan nilai-nilai kebangsaan akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Kelak akan dilahirkan pribadi-pribadi yang memiliki kematangan intelektual, kreatif, percaya diri, inovatif, dan memiliki kesetiakawanan sosial serta semangat pengabdian terhadap masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.

Tantangan Era Digital Semakin Kompleks

Robi menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa sebelumnya. Selain perkembangan teknologi yang sangat cepat, generasi muda juga dihadapkan pada berbagai pengaruh eksternal yang berpotensi mengikis nilai-nilai kebangsaan.

“Masuknya budaya asing tanpa filter, penyebaran ujaran kebencian, sentimen SARA, hingga penyalahgunaan teknologi digital menjadi ancaman yang harus diantisipasi bersama,” sebut dia.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai dasar berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari agar generasi muda tetap memiliki arah dan pegangan yang jelas.

“Hal tersebut harus dihempang dengan memaknai betul bagaimana Pancasila menjadi dasar dan pandangan hidup bangsa. Budaya gotong royong, welas asih, kekeluargaan, dan cinta tanah air terkandung di dalamnya,” tegasnya.

Fondasi Generasi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Lebih lanjut, Robi menegaskan internalisasi nilai-nilai Pancasila harus dilakukan secara berkelanjutan melalui lingkungan keluarga, pendidikan, organisasi, hingga ruang digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap Pancasila akan membantu anak muda memanfaatkan teknologi secara produktif, bijaksana, dan bertanggung jawab.

Ia berharap generasi muda Indonesia mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di tingkat global tanpa kehilangan identitas budaya dan moral bangsa.

“Dengan demikian, Pancasila bukan sekadar warisan ideologi historis, tetapi juga fondasi utama dalam membangun karakter generasi yang siap bersaing secara global tanpa kehilangan akar budaya dan moral bangsa,” pungkas Robi Barus.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *