google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

UMM Resmi Transformasi FKIP Jadi FPSH, Perkuat Kolaborasi Sains, Pendidikan, dan Humaniora

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mentransformasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi Fakultas Pendidikan Sains dan Humaniora (FPSH). Transformasi tersebut menandai arah baru pengembangan pendidikan tinggi yang lebih adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Peresmian FPSH dilakukan langsung oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, di Jembatan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 1, Senin (6/7/2026), setelah terbitnya Surat Keputusan perubahan nama fakultas pada 30 Mei 2026.

Dekan FPSH UMM, Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, menjelaskan perubahan dari FKIP menjadi FPSH bukan sekadar pergantian nama, melainkan deklarasi arah baru dalam pengembangan kelembagaan yang mengintegrasikan pendidikan, sains, dan humaniora sebagai satu kesatuan.

“Perubahan ini merupakan pernyataan tentang arah, tekad, dan cita-cita. Pendidikan membentuk manusia, sains melahirkan inovasi, sedangkan humaniora menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Ketiganya harus berjalan bersama,” ujar Mahfud.

Momentum transformasi tersebut juga dirangkaikan dengan kolokium bagi 15 doktor baru dari berbagai program studi di lingkungan FPSH. Kehadiran para doktor baru dinilai menjadi modal strategis untuk memperkuat kualitas akademik, meningkatkan kapasitas riset, serta mendorong lahirnya lebih banyak guru besar di lingkungan fakultas.

Mahfud menegaskan, kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

“Saya percaya masa depan tidak dibangun oleh mereka yang paling kuat, tetapi oleh mereka yang paling siap menghadapi perubahan. Karena itu kualitas akademik, kolaborasi, dan manfaat ilmu bagi masyarakat harus terus menjadi prioritas,” katanya.

Selain memperkuat kapasitas akademik, FPSH juga menyiapkan strategi peningkatan mutu pendidikan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurut Mahfud, pengembangan fakultas tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah mahasiswa, tetapi juga kualitas layanan akademik serta kesiapan setiap program studi menjawab kebutuhan dunia pendidikan dan dunia kerja.

“Kami menyusun seluruh strategi berbasis data dan masukan dari masyarakat maupun para pemangku kepentingan. Fokus kami bukan hanya promosi, tetapi juga peningkatan mutu program studi, layanan akademik, serta penguatan kerja sama,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah program studi di FPSH menunjukkan tren positif dalam penerimaan mahasiswa baru. Kondisi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Ke depan, setiap program studi akan didorong memiliki keunggulan dan karakteristik tersendiri, disertai pengembangan berbagai program bagi mahasiswa berprestasi guna meningkatkan daya saing lulusan.

Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik menegaskan transformasi organisasi tidak boleh berhenti pada perubahan identitas. Menurutnya, keberhasilan FPSH akan ditentukan oleh perubahan pola pikir, budaya kerja, serta kemampuan menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Jangan sekadar mengubah papan nama. Harus ada perubahan yang substantif. Agile mindset menjadi kunci agar organisasi mampu meningkatkan kreativitas, inovasi, kolaborasi, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat,” tegas Nazaruddin.

Ia menambahkan, UMM menargetkan FPSH menjadi pusat keunggulan (excellent solution center) yang mampu menghasilkan praktik-praktik terbaik dalam pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Transformasi FPSH sekaligus menjadi tonggak baru bagi UMM dalam memperkuat sinergi antara pendidikan, sains, dan humaniora. Melalui langkah tersebut, Kampus Putih berharap terus melahirkan pendidik, peneliti, dan pemimpin masa depan yang berintegritas, inovatif, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman,” tutup dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *