google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Disporapar Kantongi Data Pembuang Sampah di Wisata Gantangan Lowokdoro

  • Bagikan
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi dalam dialog Idjen Talk bertema “Sampah di Wisata Gantangan Lagi?!” yang digelar Rabu (15/7/2026)
banner 468x60
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi dalam dialog Idjen Talk bertema “Sampah di Wisata Gantangan Lagi?!” yang digelar Rabu (15/7/2026)

Kota Malang, iKoneksi.com – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mengantongi data kendaraan yang diduga digunakan untuk membuang sampah secara ilegal di kawasan Wisata Gantangan Burung Lowokdoro. Temuan tersebut diperoleh setelah petugas melakukan pemantauan dan pengintaian selama beberapa hari menyusul kembali munculnya tumpukan sampah di destinasi wisata milik Pemerintah Kota Malang itu.

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan adanya pembuangan sampah liar di kawasan yang sebelumnya merupakan bekas tempat pembuangan akhir (TPA) tersebut.

Menurut dia, petugas telah berhasil mengidentifikasi oknum yang diduga membuang sampah ke area wisata, termasuk kendaraan yang digunakan.

“Alhamdulillah petugas kami sudah mendapati oknum masyarakat yang membuang sampah di situ. Bahkan kami dapatkan tulang-tulang dan sampah yang bau dibuang di lokasi tersebut,” kata Baihaqi dalam program Idjen Talk, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, kawasan Gantangan Lowokdoro merupakan aset Pemerintah Kota Malang yang sejak 2022 mulai ditata menjadi kawasan hijau sekaligus destinasi wisata buatan berupa arena gantangan burung. Namun, keberadaan sampah liar kembali menjadi persoalan yang mengganggu kenyamanan pengunjung.

Baihaki menegaskan sampah yang ditemukan bukan berasal dari aktivitas wisata maupun kegiatan gantangan burung. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, sebagian besar sampah diduga berasal dari luar kawasan.

“Kami sudah mendapati oknum yang membuang sampah di situ. Saat ini sedang kami lakukan pengecekan lebih lanjut terkait kendaraan dan pemiliknya sehingga nanti langkah yang diambil benar-benar berdasarkan bukti yang akurat,” ujarnya.

Ia mengakui pengawasan di kawasan Lowokdoro masih menjadi tantangan karena lokasinya cukup jauh dari pusat aktivitas dan minim penjagaan, terutama pada malam hari. Kondisi tersebut dimanfaatkan oknum tertentu untuk membuang sampah secara sembunyi-sembunyi.

Karena itu, Disporapar mengusulkan sejumlah langkah pengamanan tambahan, mulai dari pemasangan CCTV, pembangunan pagar, hingga penguatan sistem penjagaan di area wisata.

Menurut Baihaqi, pembangunan pagar menjadi kebutuhan mendesak karena saat ini kawasan tersebut masih terbuka sehingga mudah diakses oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau sudah ada pagar dan pintu yang terjaga, saya yakin pembuangan sampah liar akan jauh berkurang,” katanya.

Selain itu, Disporapar juga menggandeng masyarakat sekitar untuk ikut mengawasi kawasan tersebut. Bahkan dalam dialog publik itu terdapat warga yang menyatakan kesediaannya membantu menjaga area Gantangan Lowokdoro.

Baihaqi menilai keterlibatan masyarakat penting karena kawasan tersebut merupakan ruang publik yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah dan diperuntukkan bagi masyarakat Kota Malang.

“Gantangan ini adalah aset milik Kota Malang. Ruang publik ini harus kita jaga bersama agar tetap bersih, nyaman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap kasus pembuangan sampah liar yang kembali terjadi tidak merusak citra destinasi wisata Kota Malang yang selama ini dikenal sebagai salah satu kota tujuan wisata di Jawa Timur.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *