google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dito Arief Dorong Angkot Jadi Feeder Trans Jatim, Transportasi Kota Malang Diminta Terintegrasi

  • Bagikan
Dito Arief Nurakhmadi, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kehadiran Bus Trans Jatim di Kota Malang dinilai perlu dibarengi dengan penataan angkutan lokal. Salah satu skema yang didorong adalah program feeder angkot. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi menilai feeder menjadi bagian penting agar sistem transportasi massal tidak berjalan sendiri-sendiri.

Menurut Dito, keberadaan feeder dapat mengisi celah rute yang tidak terjangkau Bus Trans Jatim. Dengan begitu, angkot tidak diposisikan sebagai pesaing, melainkan menjadi bagian dari sistem transportasi yang terintegrasi.

“Menurut saya, keberadaan feeder sangat penting sebagai bagian dari penataan sistem transportasi di Kota Malang,” tegas Dito.

Dia menyebut skema serupa telah diterapkan di sejumlah daerah, salah satunya Kota Surabaya. Karena itu, Dito berharap konsep tersebut segera diwujudkan di Kota Malang. Apalagi, program feeder dinilai dapat menjadi penopang operasional Bus Trans Jatim.

Dito juga mendorong agar integrasi tidak berhenti pada Trans Jatim dan angkot. Menurut dia, sistem transportasi Kota Malang perlu menghubungkan berbagai moda, termasuk angkutan pelajar dan transportasi berbasis online.

Namun, ada satu hal yang menurutnya tak boleh dilewatkan dalam realisasi program tersebut. Yakni keterlibatan sopir angkot yang selama ini sudah beroperasi.

“Kalau melibatkan sopir-sopir dari angkutan eksisting, bisa meminimalkan efek samping yang dianggap merugikan,” imbuh legislator Partai NasDem tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono membenarkan bahwa pembahasan mengenai feeder sebelumnya sudah pernah dilakukan bersama pihak angkot. Namun, realisasi program tersebut kini dinilai berada di tangan Pemkot Malang.

Organda berharap Pemkot Malang mulai menyiapkan anggaran untuk program feeder pada 2028. Terlebih, Pemprov Jatim disebut telah menyiapkan bantuan sebagai stimulus perbaikan transportasi di Kota Malang.

Purwono menilai bantuan sebesar Rp6 miliar masih cukup realistis untuk dijangkau Pemkot Malang. Karena itu, dia berharap ada keseriusan dari pemerintah daerah untuk menindaklanjutinya.

Dito pun memastikan persoalan transportasi tersebut akan kembali dibahas. Dalam waktu dekat, Komisi C DPRD Kota Malang berencana menggelar pertemuan bersama Dinas Perhubungan Kota Malang.

“Rencananya kami akan bahas terkait Bus Trans Jatim, feeder, angkutan pelajar, dan sistem transportasi di Kota Malang secara utuh,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *