google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Handi Priyanto Tinjau Sekolah Rakyat Terpadu, Pastikan Rampung 10 Juli dan Siap Jadi Percontohan Nasional

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Semarang, iKoneksi.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang, telah memasuki tahap akhir. Saat meninjau langsung proyek tersebut, Rabu (24/6/2026), Handi menyebut progres pembangunan telah mencapai 90 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 10 Juli 2026.

Kunjungan itu menjadi salah satu agenda perdana Handi setelah resmi menjabat sebagai Sekda Kota Semarang. Dalam peninjauan tersebut, ia mengecek kesiapan berbagai fasilitas yang akan menunjang operasional sekolah sebelum menerima siswa pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Fasilitas Utama Sudah Berdiri, Tinggal Penyempurnaan

Handi menjelaskan, hampir seluruh fasilitas pokok telah selesai dibangun, mulai dari ruang kelas, asrama siswa, dapur, toilet, hingga masjid. Saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian fasilitas pendukung agar sekolah benar-benar siap digunakan.

“Progres pembangunan saat ini sudah mencapai 90 persen dan ditargetkan selesai 100 persen pada 10 Juli 2026. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan, termasuk penyiapan dapur, peralatan memasak, penataan taman, kebersihan, hingga perawatan kawasan yang cukup luas,” ujar Handi.

Handi membeberkan sekolah Rakyat Terpadu dibangun menggunakan dana APBN di atas lahan seluas 6,5 hektare. Fasilitas tersebut dijadwalkan mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada 14 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

Handi Minta Guru Transisi Disiapkan

Tak hanya memastikan kesiapan fisik bangunan, Handi juga menyoroti aspek operasional sekolah. Ia meminta Dinas Pendidikan Kota Semarang segera menyiapkan guru transisi sembari menunggu penempatan tenaga pendidik dari Kementerian Sosial. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar proses pembelajaran dapat berjalan sejak hari pertama sekolah dibuka.

“Apapun akan kita lakukan yang terbaik. Semoga Sekolah Rakyat Terpadu ini menjadi percontohan terbaik di Indonesia,” tegasnya.

Prioritaskan Anak dari Keluarga Prasejahtera

Handi menjelaskan, pasokan air bersih, tempat tidur, serta fasilitas dasar lainnya telah tersedia. Sekolah tersebut diperuntukkan bagi anak-anak Kota Semarang yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1 dan 2. Pada tahun ajaran pertama, sekolah akan menerima masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, sehingga total terdapat 270 peserta didik. Ke depan, kapasitas maksimal Sekolah Rakyat Terpadu mencapai 1.080 siswa.

“Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Semarang,” terang dia.

16 Camat Dilibatkan Sosialisasi Program

Dalam kunjungan tersebut, Handi turut mengajak 16 camat se-Kota Semarang melihat langsung progres pembangunan. Langkah ini dilakukan agar para camat memahami konsep Sekolah Rakyat Terpadu sekaligus menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

“Camat sengaja kami ajak karena nantinya mereka yang akan menyampaikan kepada masyarakat agar anak-anak yang masuk kategori desil 1 dan 2 dapat memanfaatkan kesempatan bersekolah di Sekolah Rakyat,” seru Handi.

“Dengan progres pembangunan yang hampir rampung, Pemerintah Kota Semarang optimistis Sekolah Rakyat Terpadu dapat beroperasi sesuai jadwal sekaligus menjadi model pendidikan terpadu yang mampu meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu,” lugasnya menutup wawancara.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *