Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Matcha Lagi Naik Daun, Reza Adi Pratama Bongkar Strategi PPJI Malang Raya agar Bisnis Kuliner Makin Cuan

  • Bagikan
banner 468x60
Suasana kegiatan pelatihan pengolahan produk berbahan dasar matcha yang digelar PPJI Malang Raya bersama Intibev di Ayam Goreng Balaikota Malang (01/09/2026).

Kota Malang, iKoneksi.com — Tren matcha yang semakin populer di tengah masyarakat menjadi peluang baru bagi pelaku usaha kuliner di Malang Raya. Melihat potensi tersebut, Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) Malang Raya mendorong pelaku usaha untuk lebih kreatif mengembangkan produk berbahan dasar matcha.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Matcha Experience & Creative Workshop yang digelar di Ayam Goreng Balaikota Malang, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus eksplorasi bagi pelaku usaha kuliner untuk mengenal lebih jauh potensi matcha dan mengembangkan kreativitas dalam pengolahan produk.

Ketua PPJI Malang Raya, Reza Adi Putra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi memberikan edukasi sekaligus membuka wawasan baru bagi para pelaku usaha kuliner agar mampu membaca dan menangkap perkembangan tren pasar.

Menurut Reza, PPJI merupakan wadah yang menaungi berbagai pelaku usaha di sektor jasa boga dan kuliner, mulai dari katering, restoran, kafe, hingga berbagai produk makanan dan minuman.

“PPJI itu Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia. Ini merupakan wadah untuk menaungi pegiat usaha kuliner dan catering,” ujar Reza Adi Putra.

Dalam Matcha Experience & Creative Workshop, PPJI Malang Raya berkolaborasi dengan Intibev untuk memberikan pengalaman sekaligus edukasi mengenai pengolahan produk berbahan dasar matcha.

Reza menyebut matcha saat ini tengah memiliki daya tarik yang cukup tinggi di pasar sehingga dapat menjadi salah satu bahan yang potensial untuk dikembangkan menjadi berbagai inovasi produk kuliner.

“Matcha lagi hype, lagi naik daun. Kami mencoba memberikan insight atau edukasi untuk para pegiat usaha kuliner di Malang untuk membuat variasi dari produk matcha,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi mampu melahirkan ide-ide usaha baru yang dapat diterapkan langsung oleh para pelaku kuliner.

Tak Hanya Edukasi, PPJI Siapkan Networking dan Advokasi

Reza Adi Putra menjelaskan, keberadaan PPJI Malang Raya tidak hanya berfokus pada kegiatan edukasi. Organisasi tersebut memiliki tiga fokus utama, yakni edukasi, networking, serta advokasi bagi para anggotanya.

Melalui networking, para pelaku usaha diharapkan dapat saling terhubung dan membuka peluang kolaborasi. Sementara melalui advokasi, PPJI berupaya memberikan pendampingan ketika anggotanya menghadapi persoalan yang berkaitan dengan hukum, perpajakan, maupun pemeriksaan dari pihak berwenang.

“Kalau misalnya ada anggota terjerat masalah hukum, misalnya dipanggil pihak kepolisian atau terkait pajak, dengan adanya wadah ini kita bisa berdiskusi atau bahkan memberikan pendampingan,” kata Reza.

Menurutnya, pendampingan tersebut bukan hanya dilakukan ketika persoalan sudah terjadi. PPJI juga mendorong upaya pencegahan dengan membantu pelaku usaha memahami dan melengkapi berbagai persyaratan legalitas.

Beberapa legalitas yang menjadi perhatian antara lain PIRT, BPOM, sertifikasi halal, hingga Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Jadi ada unsur pencegahannya maupun penyelesaian masalah. Kalau pencegahan, kita dorong anggota untuk melengkapi legalitas,” tuturnya.

Reza menilai kelengkapan legalitas menjadi salah satu fondasi penting bagi pelaku usaha kuliner. Dengan dokumen dan perizinan yang sesuai, pelaku usaha dinilai akan lebih siap ketika menghadapi pemeriksaan maupun persoalan administratif.

PPJI Mulai Petakan Legalitas Anggota

Untuk mendukung program tersebut, PPJI Malang Raya mulai melakukan pendataan terhadap legalitas yang telah dimiliki para anggotanya.

Reza mengatakan pendataan dilakukan sejak proses pendaftaran anggota. Informasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar bagi PPJI dalam menyusun program pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

“Paling tidak waktu pendaftaran kami mendata siapa saja yang sudah punya PIRT, siapa yang sudah memiliki SLHS, halal, dan lain sebagainya. Jadi nanti kita bisa mengadakan program-program yang bisa men-support itu,” ungkapnya.

Sebagai Ketua PPJI Malang Raya sekaligus bagian dari penyelenggara kegiatan, Reza berharap berbagai program yang dijalankan organisasi dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan sektor kuliner di wilayah Malang Raya.

Malang Punya Pasar Besar, Pelaku Kuliner Diminta Tak Cuma Jadi Penonton

Lebih jauh, Reza melihat Malang Raya memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri jasa boga dan kuliner. Salah satu faktor pendukungnya adalah tingginya mobilitas mahasiswa dari luar daerah yang datang ke Malang setiap tahun.

Selain itu, pertumbuhan sektor pariwisata juga dinilai membuka peluang pasar yang luas bagi pelaku usaha makanan dan minuman.

“Malang tiap tahun banyak mahasiswa berdatangan dari luar kota, kemudian sektor pariwisata juga berkembang. Artinya banyak wisatawan dan orang-orang dari luar kota yang datang ke kota ini,” jelasnya.

Kondisi tersebut, menurut Reza, merupakan peluang yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha kuliner maupun katering di Malang Raya.

Ia berharap semakin banyak pelaku usaha bergabung dalam PPJI sehingga terbentuk ekosistem kuliner yang semakin kuat, kompetitif, dan mampu memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Harapannya supaya industri jasa boga dan kuliner di Malang Raya bisa lebih berkembang, lebih punya daya saing, dan kita menggerakkan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat Malang lebih luas,” pungkas Reza Adi Putra.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *