google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Aksi Solidaritas Malang untuk Affan Kurniawan Memanas

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Suasana di Alun-Alun Merdeka Kota Malang pada Jumat (29/8/2025) sore berubah menjadi lautan hitam. Ratusan orang dari berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, hingga driver ojek online (ojol), kompak mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duka. Mereka berkumpul sejak pukul 15.48 WIB untuk menyuarakan solidaritas atas wafatnya Affan Kurniawan, seorang pengendara ojol yang meninggal tragis setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta.

Mimbar Bebas dan Doa Bersama

Setibanya di lokasi, massa tidak langsung bubar ke berbagai sudut alun-alun. Sebaliknya, mereka segera menggelar mimbar bebas yang diisi orasi bergantian. Suara lantang mahasiswa bercampur dengan nada lirih doa dari masyarakat yang hadir. Dalam momen itu, semua elemen menyatukan suara: mengecam peristiwa yang menimpa Affan sekaligus mendoakan ketenangan untuk almarhum.

Aksi ini kian syahdu ketika lilin mulai dinyalakan. Cahaya kecil dari api lilin melingkari massa, menjadi simbol harapan agar tragedi serupa tidak terulang lagi. Bukan hanya orasi, lantunan doa yang dipimpin oleh perwakilan masyarakat juga membuat suasana berubah haru.

Long March Melintasi Kayutangan

Tak berhenti di alun-alun, massa juga menggelar aksi long march. Mereka bergerak menuju kawasan ikonik Kota Malang, Kayutangan. Di sepanjang perjalanan, sejumlah peserta membentangkan spanduk besar dengan tulisan provokatif: All Cops Are Bastard. Tulisan itu sontak menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.

Long march ini berlangsung damai, meski teriakan-teriakan bernada kritik terhadap aparat kepolisian terdengar jelas di tengah kerumunan. Kehadiran barisan ojol yang kompak ikut berbaur dengan mahasiswa menambah kekuatan visual aksi tersebut.

Peran Komunitas Kamisan Malang

Aksi solidaritas ini tidak lepas dari inisiasi kelompok Kamisan Malang, sebuah komunitas yang rutin menggelar aksi diam dan kritik sosial di depan Balai Kota Malang. Mereka bergandengan tangan dengan komunitas ojol serta masyarakat umum untuk menegaskan bahwa tragedi yang menimpa Affan adalah persoalan kemanusiaan, bukan sekadar kasus kecelakaan lalu lintas.

Kamisan Malang menegaskan, peristiwa meninggalnya Affan adalah alarm keras bahwa negara harus lebih serius dalam menegakkan keadilan dan menjamin keselamatan warga. Menurut mereka, aparat negara tidak boleh lagi bertindak represif yang berujung pada hilangnya nyawa rakyat.

Agenda yang Berlangsung Hingga Sore Hari

Aksi solidaritas ini dijadwalkan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB. Selama rentang waktu itu, massa bergantian menyampaikan aspirasi, doa, dan pesan moral. Di antara mereka, sejumlah ojol tampak membawa atribut khas mereka, mulai dari jaket hingga helm dengan stiker komunitas, sebagai bentuk identitas bahwa korban yang didoakan adalah bagian dari keluarga besar mereka.

Suara Dari Massa Aksi

Sejumlah peserta aksi mengaku hadir bukan hanya untuk berduka, melainkan juga untuk menyampaikan keresahan mereka.

“Affan bisa siapa saja dari kita. Hari ini Affan, besok bisa siapa pun kalau aparat tidak berubah,” ujar seorang mahasiswa yang ikut berorasi.

Sementara itu, seorang driver ojol yang hadir dengan membawa lilin kecil mengatakan bahwa aksi ini penting sebagai bentuk solidaritas sesama profesi.

“Kami ingin pemerintah mendengar. Kami ini rakyat kecil, hanya mencari nafkah. Jangan sampai kami diperlakukan seolah nyawa tidak berharga,” katanya.

Solidaritas yang Menyatu di Malang

Aksi di Malang ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas lintas profesi dan generasi bisa terjalin ketika menyangkut persoalan kemanusiaan. Meski berlangsung damai, pesan yang disuarakan cukup tegas: tuntutan agar ada keadilan bagi Affan dan keluarga.

Suasana malam di Alun-Alun Merdeka pun berakhir dengan doa bersama. Cahaya lilin yang perlahan padam menjadi penutup, sekaligus pengingat bahwa semangat solidaritas warga Malang tidak akan padam hingga keadilan ditegakkan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *