google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Aksi Sosial Katadil Indonesia Sentuh Hati Warga Jalanan Medan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com — Suasana sore di persimpangan Ringroad, Kota Medan, pada Sabtu (9/8/2025) berubah menjadi hangat dan penuh makna. Yayasan Katalisator Keadilan Indonesia (Katadil Indonesia), bersama relawan dari Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-jajaran Universitas Katolik Santo Thomas Medan, menggelar Aksi Sosial Penyaluran Donasi Pakaian Bekas Layak Pakai untuk masyarakat jalanan.

Kegiatan ini dimulai pukul 15.10 WIB, dibuka secara resmi oleh Arnot Hutasoit selaku Ketua Yayasan Katadil Indonesia, dan berlangsung hingga pukul 17.35 WIB. Meski sederhana, aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kaum miskin kota, khususnya mereka yang kesehariannya bergantung pada aktivitas di jalanan Medan.

Sentuhan Nyata untuk Kaum Miskin Kota

Dalam aksi sosial ini, penerima manfaat mencakup beragam kalangan: pengamen, pedagang kaki lima, “pak ogah” yang membantu mengatur lalu lintas, serta para pemulung. Mereka semua menggantungkan hidup di persimpangan besar dengan lampu lalu lintas yang tak pernah sepi.

Dari pantauan langsung tim Katadil Indonesia dan para relawan mahasiswa, terdata 18 orang penerima manfaat, terdiri dari 4 anak-anak, 1 bayi, dan 13 orang dewasa. Senyum mereka mengembang saat menerima pakaian layak pakai, seolah beban hidup yang berat sedikit terangkat.

Bagi Yayasan Katadil Indonesia, pemberian ini bukan sekadar bantuan materi. Lebih dari itu, aksi ini adalah bentuk kritik sosial terhadap arah pembangunan Kota Medan yang dinilai terlalu fokus pada industrialisasi, sementara kelompok miskin kota masih terpinggirkan dari prioritas pembangunan.

Donasi dari Hati

Pakaian yang disalurkan dalam kegiatan ini berasal dari sumbangan para donatur yang peduli. Beberapa di antaranya adalah Bapak Ari dari Simalingkar A, Bapak Immanuel Hutagalung dari Tanjung Anom, Saudari Sintia Purba dari Tanjung Sari, Bapak Truly Purba dari Tanjung Selamat, dan Saudara Bayu dari Sempakata.

Donasi tersebut dikumpulkan, dipilah, dan disiapkan agar benar-benar layak pakai sebelum diserahkan kepada penerima. Bagi Katadil Indonesia, proses ini penting agar penerima merasa dihargai, bukan sekadar diberi barang bekas tanpa nilai.

Menggugah Perhatian untuk Pendidikan Anak Jalanan

Salah satu temuan penting dari observasi Katadil Indonesia adalah keberadaan anak-anak jalanan di Simpang Ringroad dengan rentang usia 4–10 tahun. Usia ini seharusnya menjadi masa emas mereka untuk bersekolah, bermain, dan belajar.

Namun, kenyataan di lapangan berbeda. Banyak di antara mereka justru ikut mencari nafkah di jalanan, mengamen, atau membantu orang tua mereka mengais rezeki. Katadil Indonesia menegaskan, anak-anak ini masih memiliki masa depan yang panjang. Mereka perlu disentuh oleh kebijakan yang tepat dan dimasukkan dalam lingkaran perhatian pendidikan agar tidak terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang sama di masa depan.

Konsistensi dalam Gerakan Sosial

Bagi Katadil Indonesia, aksi sosial ini bukanlah kegiatan sekali jalan. Organisasi ini telah lama berkomitmen terhadap isu sosial-ekonomi di wilayah perkotaan, khususnya Medan. Mereka menegaskan akan terus berada di garis depan gerakan sosial dan kemanusiaan yang berdampak langsung pada masyarakat luas.

Dukungan dari masyarakat sekitar saat kegiatan berlangsung menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih hidup di tengah hiruk pikuk kota besar. Banyak pengguna jalan yang melintas melambatkan kendaraan mereka, sekadar melihat, memberi isyarat apresiasi, atau bahkan ikut menyumbang secara spontan.

Aksi sosial Katadil Indonesia di Ringroad Medan ini mengingatkan bahwa di balik gemerlap kota, ada wajah-wajah yang membutuhkan uluran tangan. Sebuah pesan yang sederhana, namun kuat: kemajuan sebuah kota seharusnya diukur bukan hanya dari tinggi gedung dan lebar jalan, tetapi juga dari seberapa peduli kita terhadap mereka yang hidup di tepi jalannya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *