google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Alfi Nurhidayat Sulap Trotoar Jadi Daya Tarik Wisata Baru di Kota Batu

  • Bagikan
Tampilan Trotoar di salah satu ruas jalan Kota Batu yang telah di sulap kepala DPUPR Kota Batu, Rabu (21/1/2026) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mempercantik wajah kota sebagai bagian dari strategi menghidupkan kembali daya tarik pariwisata. Salah satu fokus utama dilakukan melalui revitalisasi trotoar yang dipadukan dengan pemasangan lampu hias di sejumlah ruas jalan utama.

Langkah tersebut ditempuh sebagai respons atas menurunnya kunjungan wisatawan sepanjang 2025, sekaligus menjadi upaya memperkuat citra Kota Batu sebagai kota wisata yang ramah, nyaman, dan berkarakter.

Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan revitalisasi trotoar sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu dan terus dilanjutkan pada 2026 dengan konsep yang lebih terintegrasi. Penambahan lampu hias menjadi bagian penting dalam penataan tersebut.

“Pemasangan lampu hias ini diharapkan tidak hanya menambah keindahan kota, tetapi juga memperkuat identitas Batu sebagai kota wisata yang tertata dan berestetika,” kata Alfi, Selasa (20/1/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan deretan lampu hias dengan desain klasik-modern telah terpasang di sepanjang Jalan Sultan Agung, Jalan Pattimura, dan Jalan Soekarno. Tiang lampu berwarna hitam dengan bentuk elegan berjajar rapi mengikuti jalur pedestrian yang baru direvitalisasi.

Menurut Alfi, pemasangan lampu hias tidak terpusat di satu kawasan saja. Seluruh ruas jalan yang masuk dalam program revitalisasi trotoar dipastikan mendapatkan fasilitas pencahayaan serupa.

“Selain Jalan Sultan Agung, lampu hias juga dipasang di Jalan Agus Salim, Jalan Brantas, Jalan Dewi Sartika, Jalan Ir Soekarno di depan SMPN 3 Kota Batu, serta beberapa ruas lain yang direvitalisasi,” jelasnya.

Ratusan unit lampu hias tersebut dipasang dengan jarak rata-rata sekitar 10 meter. Pengaturan jarak dan sudut pencahayaan dirancang agar cahaya merata di sepanjang trotoar tanpa menimbulkan silau, baik bagi pejalan kaki maupun pengguna jalan lainnya.

Alfi menegaskan, desain dan tata letak lampu telah disesuaikan dengan konsep pedestrian yang aman dan nyaman. Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama, tanpa mengesampingkan nilai estetika ruang publik.

“Semuanya kami rancang satu paket. Trotoarnya nyaman, pencahayaannya aman, dan tampilannya mendukung keindahan kota,” sebut Alfi.

Saat ini, pemasangan lampu hias masih terus berlangsung di sejumlah titik revitalisasi trotoar yang tengah dikerjakan. Penataan tersebut merupakan bagian dari konsep besar penataan kota yang menempatkan ruang publik sebagai wajah utama Kota Batu.

“Lebih dari sekadar elemen dekoratif, keberadaan lampu hias diharapkan mampu meningkatkan rasa aman bagi pejalan kaki, terutama pada malam hari. Dengan pencahayaan yang memadai, aktivitas warga dapat berlangsung lebih nyaman, sekaligus memberi pengalaman visual yang menyenangkan bagi wisatawan,” ungkap Alfi.

Ke depan, DPUPR Kota Batu menargetkan penataan pedestrian yang berkelanjutan, sehingga mobilitas warga semakin lancar dan ruang publik menjadi lebih ramah. Gagasan ini sekaligus menegaskan visi Alfi Nurhidayat dalam membangun Kota Batu yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki identitas visual yang kuat sebagai destinasi wisata unggulan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *