google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Awas! Kabel Menjuntai di Jalan Ade Irma Ancam Nyawa

  • Bagikan
Kabel menjuntai di jalan bahayakan nyawa pengendara, Kamis (17/4/2025) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Jalan Ade Irma Suryani, salah satu jalur vital di Kota Pematangsiantar, kini menjadi sumber keluhan serius dari para pengendara. Bukan karena kondisi jalan yang rusak, melainkan adanya kabel telepon yang menjuntai rendah ke badan jalan, tepatnya di sekitar kawasan yang kerap padat aktivitas warga.

Kabel-kabel itu tergantung nyaris sejajar dengan kepala pengendara sepeda motor. Sejumlah warga dan pengemudi yang melintas di lokasi mengaku terkejut dan merasa terancam saat melintas, terlebih saat malam hari ketika pencahayaan tidak cukup terang. Kondisi ini dianggap sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan sudah berlangsung selama beberapa waktu tanpa ada penanganan yang jelas.

Keluhan Pengendara yang Diabaikan

Salah satu pengendara, Rido Saragih (32), yang sehari-hari melintasi jalan tersebut untuk bekerja, menyebut keberadaan kabel itu sangat mengganggu.

Tiang penyangga kabel patah di jalan Ade Irma, Kamis (17/4/2025) (04/iKoneksi.com)

“Kalau lagi ngebut, bisa-bisa kepala kena. Kadang kami harus merunduk saat lewat. Ini bukan main-main, bisa celaka,” ungkapnya kesal, Kamis (17/4/2025).

Menurutnya, sudah beberapa kali ia melihat pengendara yang nyaris terjerat kabel. Bahkan pernah ada pengemudi ojek online yang terjatuh karena tidak sempat menghindar.

“Sayangnya, meski keluhan sudah disampaikan kepada pihak kelurahan dan petugas lingkungan, belum ada tindakan konkret dari pihak berwenang,” jelas dia.

Potensi Bahaya Nyata di Tengah Kota

Jalan Ade Irma Suryani adalah jalur yang menghubungkan sejumlah titik penting di Kota Pematangsiantar, termasuk sekolah, pertokoan, dan pemukiman padat penduduk. Dengan lalu lintas yang padat setiap pagi dan sore hari, kabel menjuntai ini bukan hanya masalah estetika, tapi potensi kecelakaan serius.

Kondisi ini semakin diperparah karena kabel tidak ditandai atau diberi tanda peringatan apa pun. Sejumlah pengendara motor mengaku sempat mendadak berhenti atau berpindah jalur, yang justru menambah risiko kecelakaan lalu lintas.

Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ketika dikonfirmasi, salah satu petugas Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pematangsiantar yang enggan disebutkan namanya mengatakan mereka akan segera melakukan pengecekan ke lokasi. Namun, ia juga menambahkan banyak kabel telekomunikasi di kota ini masih menjadi tanggung jawab langsung dari operator jaringan yang memasangnya.

“Kami sering temui kabel dari perusahaan telekomunikasi swasta yang tidak rapi. Harusnya mereka bertanggung jawab merapikannya. Kalau sudah membahayakan, baru kita turun langsung,” katanya.

Namun pernyataan ini justru menyulut kekecewaan warga. Mery, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar lokasi, menilai tidak seharusnya pemerintah saling lempar tanggung jawab dalam urusan yang menyangkut keselamatan masyarakat.

Desakan Warga: Segera Diperbaiki!

Warga setempat mendesak agar kabel telepon yang menjuntai segera ditangani. Mereka berharap pemerintah kota segera berkoordinasi dengan pihak penyedia jaringan telekomunikasi untuk melakukan penertiban dan perbaikan kabel yang menjuntai ke jalanan.

“Kita ini warga, bukan teknisi. Masa kami harus lapor satu per satu ke provider? Pemerintah harusnya peka kalau ada potensi bahaya seperti ini,” ujar Mery.

Hingga berita ini ditulis, belum terlihat ada tindakan dari dinas terkait maupun pihak operator jaringan telepon. Kabel itu masih tetap menjuntai, menantang nasib pengendara yang melintas di bawahnya setiap hari.

Tanggung Jawab Keselamatan Tak Bisa Ditunda

Kondisi seperti ini harus menjadi perhatian bersama. Dalam kota yang sedang berkembang dan memiliki lalu lintas yang dinamis seperti Pematangsiantar, keamanan jalan raya tidak boleh diabaikan. Kabel menjuntai yang dibiarkan terlalu lama bukan hanya mengancam nyawa, tapi juga menunjukkan lemahnya koordinasi dan kepedulian pihak terkait terhadap keselamatan warganya.

Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan muncul korban. Dan ketika itu terjadi, penyesalan tidak akan cukup untuk menebus kelalaian. Maka sudah saatnya pemerintah bertindak cepa sebelum nyawa benar-benar menjadi taruhannya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *