google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bahlil Lahadalia Sidak Pom di Malang, Ungkap Investigasi BBM Pertalite Bermasalah

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Pemerintah akhirnya turun tangan langsung menanggapi keresahan publik soal dugaan menurunnya kualitas bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang menyebabkan kendaraan mogok di sejumlah wilayah Jawa Timur. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

Usai menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025), Bahlil langsung bergerak cepat. Dalam perjalanan menuju bandara, ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Langkah itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi isu yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas.

“Sekarang tim saya masih berada di daerah sini, nanti setelah ini saya akan rapat dengan mereka di airport,” kata Bahlil kepada iKoneksi.com, di sela sidaknya, Rabu (29/10/1025).

Investigasi Serius di Lapangan

Menurut Bahlil, Kementerian ESDM telah menugasi beberapa lembaga penting untuk melakukan investigasi menyeluruh. Tim investigasi ini melibatkan Pertamina Patra Niaga sebagai penyalur utama BBM, BPH Migas sebagai pengawas distribusi, serta Lemigas yang bertanggung jawab dalam aspek teknis laboratorium dan uji kualitas bahan bakar.

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan gegabah dalam mengambil kesimpulan sebelum hasil uji laboratorium keluar secara resmi.

“Semua ini masih dalam proses, kita harus cek kebenarannya tentang kualitas minyak. Kita tunggu hasil daripada apa yang dilakukan oleh Lemigas,” ujarnya dengan nada tegas.

Bahlil juga menargetkan hasil investigasi awal bisa diketahui dalam waktu cepat, maksimal dua hari ke depan.

“Paling lama saya butuh waktu 1-2 hari, besok saya akan rapat langsung memimpin di Jakarta,” jelasnya.

Potensi Pelanggaran dan Sanksi Tegas

Meski belum ada kesimpulan final, Bahlil menegaskan pemerintah akan mengambil langkah tegas apabila terbukti ada pelanggaran atau kelalaian dalam proses distribusi BBM.

“Kalau benar itu terbukti, akan diberikan sanksi tegas. Tapi kan kita tidak bisa menduga-duga karena belum semuanya kelihatan,” kata mantan Kepala BKPM itu.

Pemerintah, kata Bahlil, tidak hanya fokus pada sisi teknis semata, tetapi juga ingin memastikan agar masyarakat tidak dirugikan. Ia menyebutkan bahwa keselamatan dan kenyamanan publik menjadi prioritas utama.

“Kami akan pastikan tidak ada masyarakat yang dirugikan karena kelalaian atau kesalahan teknis dari pihak manapun,” sebutnya.

Isu soal Pertalite belakangan memang mencuat setelah banyak warga di sejumlah daerah Jawa Timur melaporkan motor mereka tiba-tiba “brebet” atau mogok setelah mengisi bahan bakar jenis tersebut. Di media sosial, keluhan masyarakat itu ramai dibicarakan dan memicu kekhawatiran luas tentang mutu BBM yang dijual di SPBU.

Cegah Kepanikan, Pemerintah Ambil Kendali

Langkah cepat Bahlil melakukan sidak di SPBU Asrikaton juga menjadi upaya pemerintah untuk menenangkan masyarakat dan memastikan bahwa pengawasan di lapangan berjalan ketat. Dalam sidak tersebut, ia didampingi Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo.

Dari hasil pemeriksaan sementara di SPBU Asrikaton, Bahlil memastikan bahwa standar distribusi BBM masih sesuai prosedur. Meski begitu, ia tetap menunggu hasil final dari tim laboratorium Lemigas untuk memastikan apakah ada faktor lain yang memengaruhi kualitas bahan bakar di lapangan.

“Tim khusus sudah dibentuk dan bekerja. Kita belum bisa mengandai-andai. Saya belum bisa menyimpulkan apa benar atau tidak benar, kita tunggu hasil kajian dari tim,” tegasnya.

Menjaga Kepercayaan Publik

Langkah cepat Bahlil Lahadalia ini dinilai penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah dan kualitas layanan Pertamina. Di tengah maraknya isu dan keresahan warga, kehadiran langsung seorang menteri di lapangan menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam memastikan keadilan bagi konsumen.

Kini, masyarakat menunggu hasil resmi dari investigasi tim ESDM dan Lemigas yang diharapkan dapat memberikan kejelasan dalam satu hingga dua hari ke depan. Jika terbukti ada penyimpangan, Bahlil memastikan tidak akan ada kompromi.

“Yang salah akan kita tindak, yang benar akan kita lindungi,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *