google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Banjir Lamong Landa Mojokerto, Polres Sigap Bertindak

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Lamongan dan Mojokerto sejak Senin dini hari, (9/6/2025), memicu meluapnya Sungai Lamong. Dampaknya, ratusan rumah warga dan puluhan hektar lahan pertanian di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 hingga 50 sentimeter.

Situasi darurat ini langsung direspons cepat oleh Polres Mojokerto Kota, yang segera menurunkan personel ke lapangan untuk membantu proses evakuasi warga terdampak. Tindakan sigap aparat menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat yang terisolasi oleh genangan air.

137 Rumah Warga dan 39,5 Hektar Sawah Terendam

Hujan lebat yang berlangsung berjam-jam menyebabkan debit air Sungai Lamong melonjak drastis. Air sungai kemudian meluap dan membanjiri permukiman warga di tiga desa, yakni Desa Talunblandong, Desa Banyulegi, dan Desa Pulorejo. Tak kurang dari 137 rumah warga terkena dampak langsung banjir tersebut.

Banjir juga melumpuhkan aktivitas pertanian. Sekitar 39,5 hektar sawah dan lahan tebu di lima dusun ikut terendam air, menimbulkan kerugian besar bagi para petani yang tengah memasuki masa tanam. Lahan pertanian yang tergenang menjadi simbol kerentanan desa-desa di Mojokerto terhadap bencana hidrometeorologis tahunan.

Aparat Gabungan Turun Tangan, Warga Dievakuasi

Melihat kondisi yang memburuk dengan cepat, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Dawarblandong AKP Bakir, mengerahkan tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Muspika Kecamatan Dawarblandong, serta para relawan untuk segera turun ke lokasi.

Personel langsung melakukan evakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, dan perempuan, dari rumah-rumah yang mulai tergenang air. Evakuasi dilakukan secara hati-hati dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan semua warga dalam kondisi aman.

“Kami akan terus bersiaga dan memantau situasi di lapangan. Laporan perkembangan akan segera disampaikan secara berkala kepada pimpinan,” kata Bakir di sela-sela koordinasi lapangan.

Tanggap Darurat dan Peringatan Potensi Banjir Susulan

Dalam upaya penanganan cepat, aparat gabungan juga mendirikan posko darurat dan menyalurkan bantuan logistik sementara bagi warga terdampak. Polres Mojokerto Kota memastikan bahwa semua pihak bekerja sama lintas instansi agar penanganan banjir berjalan cepat dan efisien.

Selain evakuasi dan distribusi bantuan, Bakir juga memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah hulu Sungai Lamong, potensi kenaikan air masih sangat mungkin terjadi.

“Kami minta masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Lamong, untuk terus mengutamakan keselamatan diri dan keluarga,” tegasnya.

Harapan dan Antisipasi Jangka Panjang

Banjir yang terjadi bukan kali pertama di wilayah tersebut. Meluapnya Sungai Lamong menjadi peringatan nyata akan perlunya penanganan jangka panjang terhadap manajemen air dan sistem drainase. Warga berharap agar Pemerintah Kabupaten Mojokerto dan Provinsi Jawa Timur segera meninjau dan mempercepat pembangunan tanggul atau normalisasi sungai yang selama ini mandek.

Sejumlah warga yang berhasil dievakuasi menyampaikan rasa terima kasih atas kesigapan aparat. Namun di sisi lain, mereka juga meminta solusi permanen, bukan hanya reaksi darurat ketika bencana sudah terjadi.

Kesigapan Aparat, Cermin Kepedulian Nyata

Respons cepat dari Polres Mojokerto Kota menjadi contoh konkret bahwa aparat keamanan tak hanya bertugas menjaga hukum dan ketertiban, tetapi juga hadir sebagai pelindung masyarakat di saat krisis. Di tengah ketidakpastian cuaca, kehadiran aparat di lapangan memberikan rasa aman dan harapan bagi warga yang terdampak.

“Situasi ini sekaligus menjadi pengingat perubahan iklim dan intensitas hujan yang meningkat memerlukan adaptasi kebijakan dan infrastruktur. Banjir di Mojokerto bukan sekadar bencana alam, tapi ujian kolaborasi dan kepedulian antarinstansi terhadap keselamatan rakyat,” tukas Bakir. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *