google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Banyu Biru Ajak Pemuda Mojokerto Jaga Empat Pilar

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com — Suasana aula pertemuan di salah satu sudut Kota Mojokerto tampak lebih hidup dari biasanya. Puluhan hingga ratusan pemuda dari berbagai latar belakang mahasiswa, karang taruna, organisasi kepemudaan, dan masyarakat umum berkumpul untuk menyimak pemaparan penting tentang masa depan bangsa. Mereka tidak hanya datang untuk mendengar, tetapi juga untuk memahami nilai-nilai kebangsaan yang semakin relevan di tengah tantangan zaman.

Kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot, yang secara lugas dan antusias menyampaikan pentingnya sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada generasi muda Kota Mojokerto, Jawa Timur. Acara digelar pada Jumat (18/4/2025), dan menjadi magnet bagi generasi muda yang ingin lebih dalam mengenal fondasi ideologis dan konstitusional bangsa Indonesia.

Misi Menyemai Semangat Nasionalisme

Dalam keterangannya, Banyu menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman ideologi kebangsaan serta menumbuhkan kembali semangat nasionalisme di kalangan generasi muda. Ia menilai, generasi saat ini harus siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa, apalagi di tengah maraknya arus globalisasi yang bisa saja menggerus identitas nasional.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat pemahaman ideologi kebangsaan dan menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda agar mereka siap menjadi garda depan dalam menjaga keutuhan bangsa,” katanya.

Pilar Kebangsaan: Fondasi yang Tak Boleh Runtuh

Dalam pemaparannya, Banyu Biru menekankan empat pilar kebangsaan yang menjadi landasan utama kehidupan bernegara, yakni:

1. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara,

2. Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi,

3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk final negara, dan

4. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.

Ia mengingatkan, meskipun keempat pilar ini sering terdengar klise dalam diskusi publik, namun jika diabaikan, dampaknya bisa sangat fatal bagi keutuhan bangsa.

“Sekali kita mengabaikan pilar kebangsaan ini, maka keutuhan bangsa yang menjadi pertaruhannya,” tegas Banyu dengan nada serius.

Antusiasme Pemuda Menjadi Sinyal Positif

Menariknya, kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari peserta yang datang dari berbagai penjuru Kota Mojokerto. Mereka menyimak pemaparan dengan serius, bahkan aktif mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan kritis. Banyu mengapresiasi semangat para pemuda tersebut. Ia melihat, masih banyak generasi muda yang peduli terhadap masa depan bangsa dan ingin mengambil peran dalam memperkuat jati diri Indonesia.

“Melihat antusiasme yang luar biasa ini, saya optimis masa depan Indonesia berada di tangan yang tepat,” ujarnya.

Mengakar di Masyarakat Lewat Edukasi

Kegiatan semacam ini, menurut Banyu, harus terus digalakkan dan menyasar lebih banyak komunitas. Ia menegaskan bahwa memahami empat pilar kebangsaan bukan semata tugas siswa atau mahasiswa, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab kolektif sebagai warga negara.

“Empat pilar ini adalah fondasi yang harus terus disosialisasikan, bukan hanya dalam forum resmi, tetapi juga dalam ruang-ruang komunitas, kampus, dan bahkan media sosial,” jelasnya.

Meneguhkan Komitmen Kebangsaan

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari itu ditutup dengan deklarasi kebangsaan oleh para peserta. Mereka berkomitmen untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, serta berperan aktif dalam menjaga kesatuan dan kerukunan bangsa Indonesia. Dengan penuh semangat, Banyu pun mengajak para pemuda untuk tidak hanya sekadar memahami, tetapi juga menjadi pelaku nyata dari nilai-nilai kebangsaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa.

“Jangan hanya hafal Pancasila, tapi hayati dan amalkan. Bangsa ini besar karena keberagaman yang dijaga, bukan karena keseragaman yang dipaksakan,” tegas Banyu.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dilakukan oleh Banyu Biru Djarot di Mojokerto bukan sekadar acara seremonial. Ia menjadi refleksi keseriusan anggota legislatif untuk kembali menyentuh akar-akar bangsa, melalui edukasi yang membumi dan menyentuh kalangan muda secara langsung.

“Ini adalah langkah kecil yang bisa membawa dampak besar jika terus dilakukan secara konsisten,” tutup Banyu. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *