google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Banyu Biru Djarot Tinjau Sentra Batik Mojokerto, Dorong Inovasi Energi Kreatif

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Mojokerto, iKoneksi.com — Sentra Batik Maja Bharama Wastra di Kelurahan Mergelo, Kota Mojokerto, mendadak menjadi pusat perhatian, Selasa (28/10/2025). Lokasi yang biasanya ramai oleh aktivitas membatik warga, kali ini kedatangan tamu penting yaitu Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, tetapi untuk meninjau langsung praktik bakti dan proses produksi batik lokal yang mulai bertransformasi menuju industri kreatif berwawasan energi ramah lingkungan.

Banyu Biru, yang dikenal vokal dalam mendorong inovasi di bidang energi, riset, dan teknologi, tampak antusias melihat langsung bagaimana para pengrajin batik Mojokerto mempertahankan warisan budaya sekaligus beradaptasi dengan tantangan zaman. Ia berdialog dengan para pengrajin, mahasiswa peserta praktik bakti, serta pengelola sentra yang selama ini menjadi wadah pelatihan batik bagi masyarakat sekitar.

“Saya datang bukan hanya untuk melihat hasil karya, tapi juga prosesnya. Saya ingin tahu sejauh mana batik bisa menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” kata Banyu Biru dalam kunjungannya, Selasa (28/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Banyu menyoroti pentingnya penggunaan teknologi tepat guna dalam industri batik. Ia menjelaskan bahwa komisi yang membidangi energi, riset, dan inovasi tengah mendorong berbagai program yang bisa membantu pelaku UMKM beralih ke metode produksi yang hemat energi, minim limbah, dan ramah lingkungan.

“Industri batik harus mulai berpikir ke arah green industry. Penggunaan bahan pewarna alami, pengelolaan limbah cair, dan efisiensi energi menjadi kunci agar batik bisa bersaing tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di pasar global,” tegasnya.

Banyu juga menilai sinergi antara dunia pendidikan, industri kreatif, dan kebijakan pemerintah perlu diperkuat. Kegiatan praktik bakti seperti yang dilakukan di Maja Bharama Wastra menjadi contoh konkret bagaimana seorang ibu rumah tangga bisa belajar langsung dari pelaku industri lokal, sekaligus memberi sumbangan ide dan inovasi bagi pengembangan batik Mojokerto.

“Semuanya harus turun ke lapangan. Dari sini mereka belajar kearifan lokal bisa menjadi sumber inovasi nasional. Ketika batik dipadukan dengan sains dan teknologi, kita tidak hanya menjaga budaya, tapi juga menciptakan nilai ekonomi baru,” ucapnya.

Sentra Batik Maja Bharama Wastra sendiri dikenal sebagai salah satu pusat pelatihan dan produksi batik di Mojokerto yang aktif memberdayakan perempuan dan generasi muda. Sejumlah peserta praktik bakti dari berbagai perguruan tinggi ikut terlibat dalam proses pewarnaan, pembuatan motif, hingga pengemasan produk. Kehadiran Banyu Biru memberi semangat baru bagi mereka untuk terus berkreasi.

Salah satu pengrajin, Siti Rahma, mengaku terharu karena baru kali ini sentranya dikunjungi langsung oleh anggota DPR RI.

“Kami merasa diperhatikan. Selama ini kami berjuang menjaga batik Mojokerto agar tetap hidup di tengah banyaknya produk pabrikan. Dengan dukungan seperti ini, kami jadi lebih optimistis,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Banyu menegaskan kehadirannya bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari komitmen nyata Komisi VII DPR RI dalam mendukung penguatan ekonomi kreatif berbasis energi berkelanjutan. Ia berjanji akan mendorong sinergi lintas sektor agar pelaku UMKM batik mendapat akses terhadap pelatihan, riset teknologi pewarna alami, dan bantuan peralatan ramah energi.

“Kita ingin Mojokerto menjadi salah satu pusat batik nasional yang modern tanpa kehilangan jati dirinya. Tradisi harus dijaga, tapi inovasi harus terus tumbuh,” tekan Banyu.

Selain meninjau proses produksi, Banyu juga menyempatkan diri berdialog dengan mahasiswa peserta praktik bakti. Ia berpesan agar generasi muda tidak memandang industri batik sebagai warisan kuno, tetapi sebagai ladang inovasi dan peluang kerja masa depan.

“Batik bukan sekadar kain, tapi simbol identitas bangsa. Kalau kita bisa mengelolanya dengan teknologi, energi bersih, dan kreativitas tinggi, batik bisa menjadi sumber kebanggaan sekaligus penggerak ekonomi,” ujarnya penuh semangat.

Kunjungan tersebut diakhiri dengan penyerahan simbolis hasil karya batik motif “Maja Bharama” kepada Banyu Biru sebagai bentuk apresiasi dari para pengrajin dan mahasiswa. Motif itu menggambarkan perpaduan antara keanggunan tradisi Mojokerto dengan semangat kemajuan.

Dengan semangat itu pula, kunjungan Banyu Biru Djarot meninggalkan pesan kuat ialah pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada romantisme masa lalu. Ia harus menjadi bagian dari masa depan  masa depan yang cerdas, kreatif, dan berdaya energi.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *