google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Basement Lapangan Merdeka Medan Banjir, Wali Kota Angkat Suara

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan kembali menjadi sorotan. Setelah menelan anggaran fantastis hingga Rp 497 miliar sejak 2022, kini publik dikejutkan oleh sebuah video yang memperlihatkan kondisi basement lapangan kebanggaan warga Medan itu dalam keadaan tergenang air. Video yang beredar luas di media sosial sejak Selasa (3/6/2025) itu langsung memantik reaksi dari masyarakat, sekaligus mendapat tanggapan resmi dari Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.

Viralnya Video Genangan Air di Basement

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit yang diunggah di sejumlah platform digital, tampak kondisi basement Lapangan Merdeka yang semrawut dan tidak layak. Material bangunan berserakan di beberapa sudut, dan di bagian lantai lainnya, terlihat jelas genangan air menyerupai bekas banjir. Meski tidak dijelaskan secara pasti kapan video itu direkam, namun suasana yang ditampilkan cukup untuk menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.

Yang lebih mengejutkan, tidak terlihat satu pun aktivitas para pekerja konstruksi dalam video tersebut. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa proses pengerjaan revitalisasi sedang mandek atau terbengkalai, meskipun proyek itu sudah diresmikan secara simbolis beberapa waktu lalu.

Respons Cepat Wali Kota Medan

Wali Kota Medan, Rico Waas, tidak tinggal diam melihat reaksi publik yang terus berkembang. Saat dikonfirmasi awak media, Rico mengatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan ke lokasi basement yang menjadi sorotan.

“Nanti kami cek. Saya rasa itu hanya masalah teknis-teknis biasa,” kata Rico Waas singkat, memberikan kesan insiden itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Namun pernyataan itu justru menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa genangan air di sebuah proyek besar bernilai ratusan miliar rupiah seharusnya tidak bisa dianggap sebagai masalah teknis biasa. Terlebih lagi, proyek tersebut merupakan ruang publik yang akan digunakan oleh masyarakat luas.

Revitalisasi yang Masih Berlangsung Meski Sudah Diresmikan

Untuk diketahui, Lapangan Merdeka Medan secara resmi telah diresmikan oleh Wali Kota sebelumnya, Bobby Nasution, pada Rabu (19/2/2025), tepat di hari terakhir masa jabatannya. Meski demikian, revitalisasi lapangan ini ternyata belum benar-benar rampung. Pemerintah Kota Medan masih mengalokasikan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan sarana dan prasarana yang belum selesai.

Rico mengakui pekerjaan memang belum selesai seratus persen. Ia menargetkan Lapangan Merdeka dapat digunakan secara penuh oleh masyarakat sebelum tahun 2025 berakhir.

“Saya harapannya adalah tahun ini sudah bisa clear semuanya, bisa digunakan masyarakat. Intinya kita akan melakukan pembangunan Lapangan Merdeka ini secepatnya hingga selesai,” ujarnya.

Menurut Rico, tahap revitalisasi kini memasuki fase akhir berupa pembenahan dan penyempurnaan fasilitas pendukung. Ia berjanji seluruh pengerjaan akan dituntaskan agar tidak ada kendala saat fasilitas publik itu mulai dimanfaatkan masyarakat.

Sorotan Terhadap Anggaran dan Kualitas Pekerjaan

Proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan bukan proyek kecil. Sejak dimulai pada 2022, anggaran yang digelontorkan pemerintah mencapai hampir setengah triliun rupiah tepatnya Rp 497 miliar. Fakta ini membuat publik bertanya-tanya: bagaimana mungkin proyek sebesar itu masih menghadapi persoalan seperti banjir di area basement?

Pertanyaan juga muncul terkait kualitas pengawasan dan pengerjaan proyek. Sejumlah warga bahkan mempertanyakan mengapa proyek yang telah diresmikan bisa mengalami genangan air, apalagi di area yang seharusnya dilindungi dari risiko banjir seperti basement.

Sejumlah netizen pun menyayangkan bahwa proyek sebesar itu tampaknya belum siap pakai, meskipun sudah dijadikan ajang peresmian oleh kepala daerah. Banyak yang menilai peresmian seharusnya dilakukan ketika semua aspek, terutama keselamatan dan kenyamanan publik, telah dijamin.

Pemerintah Diminta Transparan dan Tanggung Jawab

Lembaga swadaya masyarakat, pengamat pembangunan kota, hingga warga biasa kini meminta Pemerintah Kota Medan untuk lebih transparan soal progres revitalisasi ini. Mereka berharap Pemkot tidak hanya memberikan jawaban normatif, melainkan juga membuka detail pengerjaan, kontraktor pelaksana, dan standar pengawasan yang diterapkan.

“Kita tidak ingin ini menjadi proyek pencitraan semata. Lapangan Merdeka itu simbol sejarah dan kebanggaan warga. Jangan sampai publik merasa dikhianati karena ketidakterbukaan pemerintah,” ujar Joni Pardede, salah seorang aktivis masyarakat sipil di Medan.

Menanti Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Klarifikasi

Polemik video basement tergenang air ini menunjukkan bahwa publik Medan sangat memperhatikan kualitas pembangunan kota. Proyek-proyek besar dengan anggaran besar harus disertai akuntabilitas tinggi. Klarifikasi dari pemerintah tentu penting, namun yang lebih dinanti adalah aksi nyata: perbaikan sesegera mungkin dan jaminan bahwa fasilitas publik benar-benar siap dan aman digunakan.

Dengan target penyelesaian di akhir 2025, warga Medan kini menunggu apakah janji penyempurnaan itu bisa ditepati. Bukan hanya menyelesaikan fisik bangunan, tapi juga menyelesaikan segala polemik dan ketidakpuasan yang sudah lebih dulu membanjiri opini publik. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *