google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Batu Tak Kendur! Polres Lanjutkan Pengamanan Ketat Pasca Lebaran

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Meski Operasi Ketupat Semeru 2025 telah memasuki masa akhir, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Batu tak lantas menarik diri. Justru sebaliknya, mereka langsung tancap gas dengan menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) mulai 9 hingga 20 April 2025. Upaya ini tak hanya bentuk komitmen keamanan, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa Kota Batu benar-benar serius menjaga kenyamanan warganya, terutama pasca-libur panjang Idulfitri.

Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata, menegaskan KRYD adalah kelanjutan dari semangat Operasi Ketupat. Ia tidak ingin masyarakat menganggap bahwa keamanan hanya prioritas saat Lebaran saja.

“Kami ingin rasa aman itu terus berlanjut. Jangan sampai setelah operasi selesai, masyarakat merasa dibiarkan. Dengan KRYD, kami pastikan pengamanan tetap berjalan,” kata Andi.

KRYD ini mencakup berbagai aspek pengamanan, mulai dari patroli aktif, penjagaan di titik vital, pengaturan lalu lintas di lokasi rawan kecelakaan dan kemacetan, hingga sambang dialogis di kawasan wisata.

“Dengan pendekatan menyeluruh ini, kami berharap potensi gangguan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) bisa ditekan sedini mungkin,” ungkap Andi.

Yang menarik, metode yang diterapkan dalam KRYD tak jauh berbeda dari Operasi Ketupat. Kabag Ops Polres Batu, Kompol Anton Widodo, menyebut pihaknya tetap berpegang pada pola pengamanan yang telah terbukti efektif selama masa arus mudik dan balik.

“KRYD kami laksanakan dengan metode dan strategi yang sama: ada tim urai kemacetan, ada pos pengamanan di titik wisata, hingga patroli ke permukiman. Tujuannya jelas: agar warga dan wisatawan merasa aman,” papar Anton.

Langkah ini juga disebutkan Andi menjadi cerminan dari keseriusan aparat dalam menjaga reputasi Batu sebagai kota wisata unggulan di Jawa Timur. Tidak hanya sekadar menjaga keamanan fisik, KRYD juga menyasar pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat.

“Kami juga edukasi masyarakat soal keselamatan berkendara, tata tertib di tempat wisata, dan kami lakukan pendekatan dialogis agar mereka merasa dilibatkan, bukan diawasi,” jelas Andi.

Momentum pasca Lebaran kerap kali menjadi celah munculnya gangguan keamanan mulai dari tindak kriminal, kecelakaan lalu lintas, hingga kemacetan akibat membludaknya pengunjung ke destinasi wisata. Oleh karena itu, KRYD dinilai sebagai strategi penting untuk menjembatani masa transisi dari euforia libur panjang menuju ritme kehidupan normal masyarakat.

“Dengan populernya tempat-tempat wisata seperti Jatim Park, Selecta, hingga Museum Angkut, Kota Batu memang menjadi magnet bagi pelancong dari berbagai daerah. Ini berarti ancaman gangguan kamtibmas juga meningkat secara otomatis jika tidak ditangani dengan kesiapsiagaan penuh,” terang Andi.

Andi pun mengajak masyarakat untuk tetap menjadi mitra strategis dalam menciptakan suasana kondusif. Warga kami minta untuk aktif melaporkan potensi gangguan atau perilaku mencurigakan di lingkungannya masing-masing.

“Stabilitas bukan hanya tanggung jawab polisi. Ini adalah kerja bersama. Jika warga dan aparat bersinergi, maka Kota Batu akan semakin aman dan ramah bagi siapa pun,” tegas Andi.

Dengan KRYD yang berjalan paralel setelah Operasi Ketupat, citra Batu sebagai kota wisata yang aman dan nyaman akan semakin menguat. Kepolisian berharap masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang, wisatawan tetap datang dengan rasa aman, dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri semakin tumbuh kuat.

“Kota yang sejuk ini kini tak hanya unggul soal panorama, tetapi juga pengamanan. Dan lewat KRYD, Polres Batu menunjukkan menjaga rasa aman bukan tugas musiman itu adalah kewajiban yang tak mengenal libur,” pungkas Andi. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *