google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bentrokan Mahasiswa dan Polisi Warnai Aksi di DPRD Sumut

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Rabu (27/8/2025). Massa yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa, mulai dari KAMMI, GMKI, IMM, HMI, GMNI, hingga elemen lain, kocar-kacir setelah dihalau aparat. Mereka berlarian menuju Lapangan Benteng dan sebagian lagi ke arah Kantor Wali Kota Medan untuk menyelamatkan diri.

Awal Ketegangan: Mahasiswa Paksa Masuk Gedung

Situasi memanas sejak awal ketika mahasiswa berusaha menerobos masuk ke gedung dewan. Mereka menuntut menggelar “sidang rakyat” dengan agenda pembubaran DPR RI yang dianggap hanya memboroskan uang negara tanpa memberi manfaat bagi masyarakat. Namun upaya itu dihalangi aparat kepolisian yang sejak pagi sudah berjaga ketat di pintu masuk utama gedung.

Dorong-dorongan pun tak terelakkan. Teriakan “Masuk! Masuk! Masuk!” menggema dari kerumunan mahasiswa. Mereka menuding aparat hanya menjadi penghalang aspirasi rakyat.

“Kami hanya ingin masuk menggelar sidang rakyat, jangan halangi. Polisi itu seharusnya pengayom masyarakat, bukan lawan rakyat,” teriak salah satu mahasiswa di tengah kepungan massa.

Situasi Memanas: Botol Terbang dan Dorong-Dorongan

Barisan polisi yang membentuk pagar betis tersudut ketika mahasiswa terus mendesak mendekati pagar besi gedung. Aksi dorong-dorongan semakin keras, hingga beberapa botol minuman plastik melayang ke arah aparat. Situasi kian panas, meski pimpinan aksi dari atas mobil komando berulang kali menyerukan ketenangan.

“Kawan-kawan, kita datang bukan untuk anarkis. Kita hanya menuntut pembubaran DPR RI. Tunjukkan bahwa mahasiswa adalah kaum intelektual!” ujar orator melalui pengeras suara.

Namun, suara itu tenggelam di tengah amarah massa. Bentrokan kecil kembali pecah, meski aparat mencoba menahan diri agar tak terjadi eskalasi yang lebih luas.

Api Membara, Simbol Kekompakan

Untuk menunjukkan kekompakan, mahasiswa kemudian menyalakan api dari ban bekas di depan gedung. Mereka bergandengan tangan mengelilingi kobaran api sambil meneriakkan yel-yel perlawanan. Polisi yang berjaga tidak langsung membubarkan aksi tersebut, namun tetap siaga.

Di sisi lain, mahasiswa juga memprotes keberadaan ratusan aparat lengkap dengan tameng, helm, rompi, hingga pentungan yang bersiaga di halaman gedung. Menurut mereka, hal itu menandakan bahwa rakyat sengaja dibenturkan dengan aparat.

Puncak Kericuhan: Hujan Tomat dan Serangan Balasan

Situasi yang sempat mereda kembali pecah ketika tiba-tiba “hujan tomat” dilemparkan mahasiswa ke arah barisan polisi. Seketika, pasukan penindak huru-hara bergerak keluar dari halaman gedung. Bentrokan tak terelakkan. Polisi maju sambil memukul mundur massa dengan pentungan, membuat ratusan mahasiswa tunggang-langgang menyelamatkan diri.

Sebagian besar mahasiswa melompat pagar menuju Lapangan Benteng, sementara lainnya berlari ke arah Kantor Wali Kota Medan dan Jalan Imam Bonjol. Tim patroli bermotor ikut mengejar massa yang tercerai-berai.

Bahkan pimpinan aksi yang masih berada di atas mobil komando tidak luput dari serangan. Mobil yang mereka tumpangi dipukul dan dipaksa mundur. Sopir akhirnya tancap gas, meninggalkan lokasi dengan buru-buru.

Polisi Tindak Tegas, Massa Bubarkan Diri

Tidak lama kemudian, mobil water cannon dikerahkan keluar dari halaman gedung untuk mengantisipasi kerumunan yang tersisa. Namun saat itu, mayoritas mahasiswa sudah lari meninggalkan lokasi. Polisi kemudian menyisir sekitar gedung dan mengamankan setidaknya enam orang pengunjuk rasa.

Kondisi Terkini

Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan Gedung DPRD Sumut kembali kondusif. Meski begitu, ratusan aparat dari berbagai kesatuan, termasuk Brimob dan Sabhara Polda Sumut, masih tetap bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan susulan.

Aksi Cipayung Plus hari ini menjadi catatan penting atas dinamika gerakan mahasiswa di Sumut. Tuntutan pembubaran DPR RI yang mereka usung, meski kontroversial, menunjukkan kegelisahan sebagian masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat. Namun bentrokan dengan aparat kembali memperlihatkan jurang yang masih sering terjadi antara aspirasi rakyat dan kekuatan negara. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *