google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bobby Nasution Datangi KPK, Ada Apa?

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, secara tiba-tiba mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin pagi, (28/4/2025). Kehadirannya yang tidak dijelaskan secara gamblang ini langsung memantik perhatian publik dan media. Terlebih, Bobby merupakan menantu Presiden Joko Widodo, yang kini tak lagi menjabat, namun masih menjadi sorotan karena pengaruh politik keluarganya.

Bobby datang ke Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.20 WIB dengan mengenakan pakaian batik. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan resmi mengenai maksud kedatangannya.

Juru Bicara KPK: Masih Diklarifikasi

Juru bicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menjelaskan tujuan kedatangan Bobby ke lembaga antirasuah tersebut.

“Untuk itu saya masih belum bisa menjawab, bila memang yang bersangkutan hadir hari ini apakah karena ada undangan, baik dari salah satu kedeputian di KPK ataupun ada kegiatan lain,” ujar Tessa kepada wartawan di lokasi.

Ia menambahkan KPK akan memberikan pembaruan informasi apabila memang ada kegiatan yang melibatkan Bobby secara resmi.

Terkait Kasus Tambang Nikel?

Misteri kedatangan Bobby ini semakin menarik perhatian karena namanya sebelumnya disebut dalam kasus suap perizinan tambang nikel di Halmahera Timur, Maluku Utara. Kasus ini menyeret mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, yang kini telah divonis delapan tahun penjara karena terbukti menerima suap dan gratifikasi dari berbagai proyek dan penerbitan surat rekomendasi wilayah izin usaha pertambangan (WIUP).

Dalam persidangan pada Agustus 2024, terungkap istilah Blok Medan yang disebut-sebut mengacu pada konsesi tambang untuk Bobby. Bahkan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Maluku Utara, Suryanto Andili, secara terang-terangan menyebut Blok Medan adalah jatah konsesi untuk Bobby Nasution.

Saksi lainnya juga menyebut nama Kahiyang Ayu, istri Bobby, dalam keterangan yang mengaitkan keduanya dengan aktivitas tambang di Halmahera Timur. Bahkan, muncul informasi bahwa Kahiyang sempat melakukan panggilan telepon kepada pejabat daerah terkait tambang pada 2022.

Jejak Blok Medan dan PT Petrolum

Nama Bobby dan istrinya pertama kali dikaitkan dengan bisnis tambang pada 2021, saat PT Petrolum Friska Perkasa, yang disebut milik Silfana Bachmid, mengajukan rekomendasi WIUP di Desa Tutuling Jaya, Kecamatan Wasile Timur, Halmahera Timur. Saat itu, proses pengurusan WIUP sedang dilakukan oleh staf di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Namun berdasarkan laman resmi Kementerian Hukum dan HAM, akta perusahaan PT Petrolum saat itu sudah tidak tercantum. Kendati begitu, informasi seputar keterlibatan nama besar dalam proses itu terus mencuat dalam setiap tahapan persidangan Abdul Gani.

Spekulasi Publik Kian Menguat

Kedatangan Bobby ke KPK hari ini, meski belum dipastikan terkait kasus apa, jelas menyulut spekulasi publik. Apakah ini hanya kunjungan biasa? Atau Bobby tengah dimintai klarifikasi oleh penyidik KPK? Belum ada keterangan resmi yang dapat menjawab pertanyaan ini.

Tessa sendiri menegaskan bahwa jika memang ada pemeriksaan atau pemanggilan resmi, lembaga akan menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik.

“Kalau seandainya memang ada acara atau kegiatan, pasti nanti akan ada update,” kata Tessa menambahkan.

Pilkada Sumut dan Tekanan Politik

Kehadiran Bobby di KPK juga bertepatan dengan meningkatnya tensi politik menjelang Pilkada Sumatera Utara 2024. Nama Bobby digadang-gadang menjadi pesaing kuat Edy Rahmayadi. Ia bahkan sempat menyatakan bahwa dirinya kini diusung oleh Partai Gerindra, setelah sebelumnya dipecat dari PDI Perjuangan.

Pernyataan ini sempat membuat publik bertanya-tanya tentang peta politik baru yang sedang dibangun menantu Jokowi tersebut. Dalam satu kampanye, Bobby bahkan menyindir mantan partainya dan mengucapkan terima kasih kepada Gerindra karena telah memberikan tempat politik baru.

Menanti Jawaban Resmi

Publik kini menanti jawaban pasti dari KPK. Apakah benar Bobby hanya datang untuk agenda tertentu yang bersifat administratif? Atau memang terkait pemeriksaan atau klarifikasi dalam pusaran kasus tambang nikel yang tengah bergulir? Yang jelas, ketika nama besar masuk ke Gedung KPK secara diam-diam, gelombang tanda tanya akan segera mengikuti. Jika benar Bobby terlibat dalam kasus ini, maka skandal tambang nikel Maluku Utara bisa jadi semakin dalam dan melibatkan nama-nama yang lebih besar dari dugaan awal.

Pertanyaannya kini tinggal satu: Akankah kedatangan ini menjadi awal dari babak baru pengungkapan tambang “Blok Medan”? (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *