google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Bulog Siantar Siap Serap Gabah Langsung dari Petani

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Kabar baik datang bagi para petani di wilayah Simalungun dan Pematang Siantar. Perum Bulog menegaskan bahwa mereka kini dapat menjual gabah hasil panennya langsung ke Bulog, tanpa harus melalui kelompok tani (Poktan) atau perantara lainnya. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Bulog, Matius Sitepu, dalam pernyataan resminya pada Kamis, (15/5/2025).

Langkah ini diambil Matius sebagai upaya untuk mempercepat penyerapan gabah serta memotong rantai distribusi yang selama ini kerap merugikan petani.

“Bulog ingin memastikan petani mendapatkan harga terbaik, sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan,” tutur Matius.

Harga dari Tengkulak Tak Lagi Jadi Pilihan Utama

Salah satu persoalan klasik yang kerap dikeluhkan petani adalah harga beli tengkulak yang jauh di bawah HPP. Beberapa petani bahkan mengaku hanya mendapatkan tawaran sebesar Rp6.000 per kilogram untuk gabah berkualitas baik. Padahal, berdasarkan aturan yang berlaku, HPP yang ditetapkan pemerintah mencapai Rp6.500 per kilogram.

“Ini jelas tidak adil bagi petani. Mereka bekerja keras, tapi hasilnya tidak sebanding karena harus menjual ke tengkulak dengan harga murah. Dengan sistem baru ini, kami ingin memotong jalur yang membuat petani rugi,” tegas Matius.

Sosialisasi Sudah Dilakukan Sejak Awal Tahun

Bulog telah mulai mensosialisasikan sistem ini sejak Januari hingga Februari 2025 ke seluruh nagori (desa) di wilayah Simalungun dan Pematang Siantar. Informasi disampaikan melalui berbagai jalur, termasuk koordinasi dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Babinsa, dan perangkat desa.

“Kami ingin memastikan bahwa semua petani, dari ujung desa hingga yang tinggal dekat kota, tahu bahwa mereka bisa langsung menjual ke Bulog tanpa harus takut melanggar aturan,” katanya.

Bantuan Akses dan Penjemputan Gabah

Untuk memudahkan proses ini, Bulog telah membuka saluran komunikasi langsung yang bisa diakses oleh petani. Kontak kantor Bulog Medan dibagikan secara terbuka. Bahkan, jika diperlukan, Bulog siap melakukan penjemputan gabah langsung dari lokasi petani.

“Silakan hubungi PPL, Babinsa, atau langsung ke kami. Tidak perlu lagi bingung cari pembeli. Kami datang langsung, asal kualitas gabah memenuhi syarat,” terang Matius.

Kendala Masih Ada, Tapi Solusi Disiapkan

Meski sistem ini menjanjikan, Matius mengakui masih ada kendala di lapangan. Salah satunya adalah minimnya informasi bagi petani usia lanjut yang belum terbiasa dengan teknologi komunikasi modern. Oleh karena itu, peran PPL dan aparat desa dianggap sangat krusial.

“Kami tidak berharap semua petani paham teknologi. Tapi kami pastikan ada orang-orang di lapangan yang bisa bantu mereka. Poktan tetap kami dukung, tapi tidak semua aktif, jadi kami tidak menjadikan mereka sebagai jalur wajib,” tekan Matius.

Solusi Nyata Lawan Tengkulak dan Bantu Kesejahteraan Petani

Dengan dibukanya akses langsung ke Bulog, petani memiliki alternatif yang lebih adil dan menguntungkan. Tak hanya memangkas ketergantungan pada tengkulak, sistem ini juga memberi kepercayaan baru bahwa negara benar-benar hadir di tengah kesulitan petani.

“Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Penyerapan gabah secara langsung dari petani tidak hanya membantu ekonomi mereka, tapi juga memperkuat cadangan pangan pemerintah,” tukas Matius. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *