google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dari Prestasi ke Manfaat, Visi Abdul Aris di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Batu

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu yang baru dilantik, Abdul Aris, menegaskan komitmennya untuk menjaga prestasi nasional yang telah diraih sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan agar manfaatnya semakin dirasakan langsung oleh masyarakat.

Abdul Aris mengakui, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu saat ini berada pada level yang tinggi. Sejumlah capaian berskala nasional telah diraih, mulai dari pengawasan kearsipan yang menembus juara nasional hingga pengelolaan perpustakaan yang dinilai progresif dan inovatif.

“Prestasi yang sudah diraih ini tentu menjadi tantangan besar bagi saya. Para kepala dinas sebelumnya sudah mengantarkan dinas ini ke level nasional. Tugas saya minimal mempertahankan, dan syukur-syukur bisa meningkatkannya,” kata Abdul Aris.

Namun demikian, ia menegaskan orientasi ke depan tidak hanya bertumpu pada deretan penghargaan. Abdul Aris ingin menggeser fokus pada outcome, yakni sejauh mana layanan perpustakaan dan kearsipan memberikan nilai manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya ingin lebih menekankan pada kemanfaatannya. Bukan hanya prestasi, tapi bagaimana literasi, perpustakaan, dan kearsipan ini benar-benar berdampak dan dirasakan masyarakat luas,” ucap Abdul.

Menurut Abdul, perkembangan teknologi menjadi tantangan sekaligus peluang. Digitalisasi disebut sebagai keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh institusi pelayanan publik, termasuk perpustakaan dan kearsipan.

“Perkembangan zaman tidak bisa kita tolak. Digitalisasi adalah kebutuhan, dan di Kota Batu sebenarnya sudah berjalan, baik di bidang kearsipan maupun perpustakaan,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu telah memiliki dua layanan koleksi digital, yakni e-book dan e-pustaka. Untuk koleksi e-book, jumlahnya telah mencapai sekitar 7.393 judul, sementara e-pustaka yang baru diluncurkan pada 2025 telah memiliki sekitar 2.000 koleksi digital.

“Untuk pengguna e-book, kuota kita 5.000 user dan sudah cukup banyak dimanfaatkan. Sedangkan e-pustaka yang baru diluncurkan akhir 2025, penggunanya saat ini sekitar 300,” ungkapnya.

Selain digitalisasi koleksi, Abdul Aris juga menyoroti pentingnya mempertahankan dan mengembangkan program-program inovatif yang telah berjalan. Di antaranya adalah Babeku, sebuah program kunjungan perpustakaan yang dirancang khusus untuk anak-anak sekolah, dengan pendekatan belajar membaca yang dikemas melalui permainan dan aktivitas edukatif.

“Anak-anak yang datang ke perpustakaan tidak hanya membaca, tapi juga belajar dengan cara yang menyenangkan. Ini penting untuk menumbuhkan minat baca sejak dini,” terang mantan Kasatpol Kota Batu itu.

Program lain yang juga menjadi perhatian adalah Sitatu, inovasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui literasi perpustakaan. Program ini dirancang untuk memperluas peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat, tidak hanya bagi pelajar, tetapi juga kelompok umum.

Abdul Aris menegaskan, dalam waktu dekat dirinya akan lebih banyak fokus pada penyesuaian internal, termasuk penguatan budaya kerja. Meski baru menjabat, ia memastikan arah kebijakan sudah jelas: menjaga capaian nasional, memperkuat kualitas layanan, dan memperluas dampak sosial.

“Untuk inovasi baru, tentu perlu proses. Saya baru beberapa hari menjabat. Tapi intinya jelas, kita ingin kualitas layanan meningkat dan manfaatnya makin luas dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *