google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Delapan Desa Wisata Malang Siap Bersaing di ADWI 2025

  • Bagikan
Salah satu destinasi wisata di desa wisata Poncokusumo, Senin (12/5/2025) (04/iKoneksi.com)
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Pemerintah Kabupaten Malang tengah giat berupaya mendorong peningkatan jumlah desa wisata di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan melibatkan delapan desa wisata maju dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2025. Program ini diharapkan dapat meningkatkan profil desa-desa tersebut, serta membawa manfaat besar bagi perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Malang.

Delapan desa wisata yang terpilih untuk berkompetisi di ajang bergengsi ini adalah Desa Poncokusumo, Desa Bangelan, Desa Madiredo, Desa Sumberoto, dan Desa Sukolilo. Masing-masing desa tersebut terletak di kecamatan yang berbeda, seperti Kecamatan Poncokusumo, Wonosari, Pujon, Donomulyo, dan Wajak. Keikutsertaan mereka dalam ADWI 2025 merupakan upaya nyata Pemkab Malang untuk memperkenalkan potensi wisata lokal yang kaya akan keindahan alam dan kekayaan budaya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Malang, Purwoto, menyampaikan harapannya agar salah satu dari desa-desa wisata yang diikutsertakan dapat meraih penghargaan di ajang ADWI 2025. Purwoto mengingatkan, tahun sebelumnya Desa Wringinanom berhasil meraih posisi pertama dalam kategori Desa Wisata Digital pada ajang yang sama.

“Kami berharap, dengan adanya keikutsertaan desa-desa wisata ini, ada yang dapat mengikuti jejak Desa Wringinanom dan meraih penghargaan,” ungkap Purwoto.

Namun, keikutsertaan dalam ADWI bukan satu-satunya tujuan Pemkab Malang. Purwoto berharap desa-desa wisata yang terpilih dapat mengalami transformasi status dari Desa Wisata Maju menjadi Desa Wisata Mandiri. Menurutnya, hal ini penting agar para Pokdarwis (Kelompok Desa Sadar Wisata) tidak lagi bergantung pada bimbingan dari pihak pemerintah daerah.

“Harapannya, nanti para Pokdarwis sudah bisa mengelola desa wisata secara mandiri, termasuk dalam menarik wisatawan,” katanya.

Desa Poncokusumo, yang terkenal dengan keindahan alamnya, menjadi salah satu desa wisata yang paling menarik perhatian. Desa ini menawarkan pengalaman wisata yang unik dengan kegiatan meditasi bersama alam. Wisatawan diajak untuk merasakan kedamaian dan ketenangan dengan bermeditasi di dekat sungai sambil memeluk pohon. Aktivitas ini memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi para pengunjung yang ingin lebih dekat dengan alam.

“Kami ingin memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan, yaitu meditasi bersama alam untuk menenangkan jiwa,” tutur Purwoto.

Di sisi lain, Ketua Pokdarwis Desa Wisata Poncokusumo, Purna Irawan, mengatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan segala aspek untuk mengikuti ADWI 2025.

“Kami sedang mempersiapkan website dan media sosial Desa Wisata Poncokusumo untuk memperkenalkan potensi desa kepada khalayak luas,” jelas Irawan.

Ia menambahkan mereka juga berupaya untuk memenuhi semua ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara ADWI. Selain itu, Irawan juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan Perhutani untuk mengelola destinasi wisata yang ada di Ledok Ombo. Destinasi ini merupakan salah satu potensi wisata yang masih bisa dikembangkan lebih lanjut, terutama untuk menarik lebih banyak wisatawan.

“Kami sedang mempersiapkan kerja sama dengan Perhutani untuk mengelola destinasi Ledok Ombo agar dapat lebih dikenal dan meningkatkan kunjungan wisata,” sebutnya.

Keikutsertaan desa-desa wisata ini dalam ADWI 2025 diharapkan Purwoto dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan pariwisata di Kabupaten Malang. Selain mengenalkan potensi alam dan budaya lokal, ajang ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas pengelola desa wisata agar bisa mandiri dan lebih profesional dalam mengelola destinasi wisata.

“Dengan upaya yang maksimal dan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, tidak menutup kemungkinan desa-desa wisata di Kabupaten Malang akan menjadi tujuan utama wisata di Jawa Timur, bahkan Indonesia,” tandas Purwoto. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *