google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Demo Kritik Prabowo-Gibran Memanas, 4 Kader GMNI Tumbang Diduga Dipukul Aparat

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Aksi unjuk rasa yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Pusat bersama DPC GMNI Jakarta Timur pada Senin (15/6/2026) berujung insiden kericuhan. Massa aksi yang menyuarakan evaluasi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengaku mengalami tindakan represif dari aparat keamanan saat demonstrasi berlangsung.

Ketua DPC GMNI Jakarta Pusat, Krens, mengatakan aksi tersebut digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi. Dalam demonstrasi itu, massa membawa empat tuntutan utama, mulai dari evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), desakan pencabutan Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri melalui Peraturan Presiden, hingga tuntutan pertanggungjawaban negara atas pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, harga BBM, serta penggunaan anggaran negara pada program-program yang dinilai populis.

“Selain itu, massa juga mengecam dugaan tindakan represif aparat terhadap demonstran yang menyampaikan aspirasi secara terbuka,” ucap dia.

Menurut Krens, aksi berlangsung kondusif sejak sore hari dengan penyampaian orasi secara bergantian. Namun situasi mulai memanas sekitar pukul 19.00 WIB ketika aparat keamanan dari unsur kepolisian dan TNI mulai berdatangan dalam jumlah besar di sekitar lokasi aksi.

“Massa sejak awal menyampaikan aspirasi secara bergantian dan situasi berjalan tertib. Namun menjelang malam, jumlah aparat semakin banyak dengan alasan pengamanan,” ujar Krens.

Ketegangan meningkat sekitar pukul 19.30 WIB ketika aparat berupaya memadamkan ban yang dibakar massa aksi. Situasi kemudian berubah menjadi aksi saling dorong antara demonstran dan petugas keamanan.

“Lima menit berselang, tepatnya sekitar pukul 19.35 WIB, massa mengaku terjadi tindakan penarikan paksa terhadap tiga kader GMNI ke dalam barisan aparat. Dalam situasi tersebut, GMNI menuding terjadi tindakan represif berupa penarikan, pengepungan hingga pemukulan terhadap kader yang berusaha mempertahankan diri,” jelas dia.

Tidak hanya itu, saat massa mencoba menyelamatkan rekan mereka, seorang kader perempuan yang disebut Sarinah Dwi juga dikabarkan mengalami penarikan paksa dan dibanting oleh aparat.

“Akibat insiden tersebut, empat kader GMNI harus mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Mereka adalah Otama dari GMNI Jakarta Timur, Martogi dari GMNI Jakarta Timur, Alfons dari GMNI Jakarta Pusat, serta Sarinah Dwi dari GMNI Jakarta Pusat,” terangnya.

GMNI menyebut tiga kader mengalami luka dan memar, sementara satu kader perempuan sempat tidak sadarkan diri sebelum mendapatkan penanganan medis.

“Keempat kader kami mendapatkan perawatan di RSCM dan setelah pemeriksaan diperbolehkan pulang sekitar pukul 00.04 WIB,” sebut Krens.

Pasca-insiden tersebut, GMNI Jakarta Pusat dan Jakarta Timur menyatakan akan terus mengawal isu yang mereka suarakan. Organisasi mahasiswa itu juga berencana kembali menggelar aksi lanjutan sebagai bentuk protes terhadap dugaan tindakan represif yang mereka alami saat demonstrasi berlangsung.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tudingan tindakan represif yang disampaikan massa aksi. GMNI berharap ada evaluasi terhadap pola pengamanan demonstrasi agar penyampaian aspirasi di ruang publik dapat berlangsung aman dan menghormati hak-hak warga negara.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *