google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Muhammadiyah Masuk Industri Farmasi, Pabrik Infus Jadi Motor Baru Ekonomi Organisasi

  • Bagikan
Peletakan Batu Pertama Pabrik Infus PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/06/2026) (Aisyah Dyah/iKoneksi.com)
banner 468x60

 

Peletakan Batu Pertama Pabrik Infus PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/06/2026) (Aisyah Dyah/iKoneksi.com)

Kab. Malang, iKoneksi.com – Pada Kamis (11/6/2026), Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara seremonial melakukan peletakan batu pertama untuk Pabrik PT. Suryavena Farma Indonesia di Kabupaten Malang. Pendirian pabrik ini merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi kelembagaannya, selain berupaya memenuhi kebutuhan obat-obatan di Indonesia.

Secara khusus, ia menyampaikan pendirian pabrik infus ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah untuk memperkuat dan memerluas jejaring ekonominya secara berkelanjutan, jelas Prof. Dr. Muhadjir Effendy selaku Ketua Divisi Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Muhadjir menyebutkan hal ini merupakan pembuatan infus, yakni kebutuhan terbesar kedua di rumah sakit dan fasilitas lainnya.

“Muhammadiyah meyakini memproduksi infus tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong otonomi ekonomi bagi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia,” terang menteri Haji itu.

Prof. DR. Muhadjir Effendy mengatakan, ini merupakan langkah strategis yang diambil Muhammadiyah untuk menguatkan kemandirian ekonomi organisasi dalam perannya sebagai amar ma’ruf nahi mongkar.

“Kami berharap pabrik ini dapat memenuhi layanan kesehatan masyarakat, selaras dengan konsep kemandirian Muhammadiyah dari sudut pandang ekonomi sesuai pola yang telah ditetapkan,” ungkap dia.

Ia menegaskan keuntungan fasilitas ini akan digunakan untuk mendanai berbagai program dan layanan bagi masyarakat.
Pabrik infus ini kemungkinan akan aktif mulai pertengahan tahun 2027.

“Dengan adanya pabrik ini, Muhammadiyah diharapkan mampu membangun kapasitas kelembagaan yang lebih kuat, yang tidak hanya bergerak di bidang urusan sosial dan pendidikan, tetapi juga harus mengarah pada kemandirian ekonomi yang kuat,” lugasnya.

Prof. Dr. H. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menyatakan pendirian pabrik infus ini bukan sekadar untuk mencari keuntungan bisnis dan kontribusi ekonomi, melainkan juga sebagai sarana untuk memperluas manfaat sosial serta berpotensi meningkatkan kapasitas penggalangan dana guna mendukung berbagai program di masyarakat yang sejauh ini telah dirancang oleh cabang-cabangnya.

“Pendirian pabrik infus ini merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah untuk membangun ekosistem kesehatan yang terhubung dengan aktivitas bisnis berdasarkan nilai-nilai sosial dan keagamaan,” ujar Prof. Dr. H. Haedar Nashir.

Pabrik ini diharapkan Haedar dapat memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi Muhammadiyah.

“Keuntungan yang dihasilkan dari pabrik ini akan diinvestasikan kembali ke program-program pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat. Melalui pembangunan pabrik infus ini, Muhammadiyah berharap dapat memperkuat rantai pasok kesehatan di lingkungan organisasi Muhammadiyah serta memaksimalkan kontribusi Muhammdiyah dalam menjalankan berbagai program sosial melalui berbagai kegiatan. Pabrik ini juga diharapkan untuk dapat menjadi sumber pendanaan baru bagi berbagai program sosial dan pendidikan Muhammadiyah pada masa mendatang,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *