google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

BPIP Gandeng Yasonna Hamonangan Laoly Perkuat Ratusan Relawan Pancasila di Deli Serdang

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Deli Serdang, iKoneksi.com – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggandeng Anggota Komisi XIII DPR RI, Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, dalam kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang digelar di Pancur Gading Hotel and Resort, Deli Serdang, Kamis (10/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 peserta yang berasal dari tiga kecamatan, terdiri atas unsur pemuda, punguan marga, jemaat gereja, majelis taklim, hingga pengelola rumah baca. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat.

Dalam paparannya, Yasonna Laoly menegaskan, tugas BPIP bukan sekadar melakukan sosialisasi, tetapi memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam kehidupan sehari-hari.

“BPIP memiliki tugas melakukan sosialisasi Pancasila kepada masyarakat. Pancasila jangan hanya menjadi pajangan atau sekadar dihafal, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana kita membangun persaudaraan, menjaga persatuan, dan merawat kebhinekaan,” kata Yasonna.

Ketua DPP PDI Perjuangan itu menilai keberagaman Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa merupakan kekuatan sekaligus tantangan yang harus dijaga bersama.

“Indonesia sangat beragam. Potensi perbedaan itu bisa menjadi persoalan jika tidak dikelola dengan baik. Karena itu, Pancasila sebagai ideologi bangsa harus terus diimplementasikan agar persatuan tetap terjaga,” ujarnya.

Mantan Menteri Hukum dan HAM dua periode tersebut juga menekankan pentingnya menghadirkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial dalam setiap kebijakan pembangunan.

“Program pembangunan harus melahirkan manusia yang kuat, berketuhanan, memiliki kesalehan yang tinggi, namun tetap menjadi warga negara yang menjaga persatuan dan kebangsaan,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi I BPIP, Galuh Ibrahim, menyampaikan Gerakan Kebajikan Pancasila hadir untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata masyarakat.

“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar untuk seremoni, tetapi untuk menyalakan kembali api kemanusiaan. Pancasila bukan sekadar teks yang dihafal saat upacara, melainkan denyut nadi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Galuh mencontohkan, membantu tetangga yang kesulitan tanpa memandang suku maupun agama, bergotong royong membersihkan lingkungan, hingga membuka akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila. Ia juga mengajak para relawan menjadi agen perubahan sosial yang mampu menyebarkan semangat gotong royong dan kepedulian di tengah masyarakat.

“Kami berharap Deli Serdang menjadi role model keberagaman yang bersatu dalam bingkai kebajikan. Gerakan ini tidak boleh berhenti di ruangan ini saja, tetapi harus menjangkau rumah-rumah warga dan menjadi gelombang kebaikan yang masif,” katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Deli Serdang, Agustiawan Saragih, didampingi Sekretaris DPC PDIP Deli Serdang, Bima Nusa dan Bendahara DPC PDIP Deli Serdang, Oki Teger Mahatidana Bangun, menyebut kegiatan tersebut memiliki makna strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya persatuan dan kebangsaan.

“Sebagaimana kita ketahui, Pancasila merupakan dasar negara yang dirumuskan para pendiri bangsa sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu nilai-nilainya harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Wakil Ketua DPRD Deli Serdang tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, praktisi hukum sekaligus pemateri, Roy Novenharold Sianturi, menegaskan bahwa Pancasila yang dimaksud adalah Pancasila 1 Juni 1945 yang pertama kali disampaikan oleh Bung Karno.

Menurut Roy, Pancasila lahir dari pengalaman panjang bangsa Indonesia menghadapi penjajahan dan feodalisme, sehingga menjadi pandangan hidup sekaligus ideologi yang mempersatukan bangsa.

“Pancasila adalah ideologi yang hidup dan dinamis. Ia terus berkembang mengikuti perkembangan zaman dan tetap menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah berbagai tantangan dan krisis yang dihadapi bangsa saat ini, Pancasila tetap relevan sebagai pemersatu seluruh rakyat Indonesia,” tegas alumni GMNI tersebut.

Melalui kegiatan ini, BPIP berharap lahir semakin banyak relawan yang mampu menjadi penggerak kebajikan, memperkuat persatuan, serta menjaga nilai-nilai Pancasila tetap hidup di tengah masyarakat.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *