google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mahasiswa Gelar Aksi Tolak MBG dan KDKMP, Soroti Kondisi Ekonomi Nasional

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6). Aksi yang mengusung tema “Menuju Indonesia Bangkrut” tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai membebani kondisi ekonomi masyarakat.Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama, yaitu menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak pemerintah mengakui dan memperbaiki berbagai kebijakan yang dianggap tidak tepat.

Ketua Umum Front Mahasiswa Nasional, Symphati Dimas Rafi’i, menyampaikan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Kami ingin pemerintah lebih memperhatikan persoalan ekonomi yang dirasakan rakyat, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga kebijakan yang dianggap belum tepat sasaran,” ujarnya dalam keterangan aksi.

Selain menyoroti kondisi ekonomi, mahasiswa juga mempertanyakan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

‘Menurut saya, program-program tersebut perlu dievaluasi agar penggunaan anggaran negara lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat,” bebernya.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menilai program tersebut bertujuan memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa melalui penguatan koperasi.

Menanggapi aksi mahasiswa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menyatakan pemerintah menghargai setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, persoalan ekonomi nasional merupakan tantangan yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Salah satu peserta aksi, Fajar Ramadhan (21), mahasiswa asal Jakarta, mengatakan bahwa demonstrasi merupakan cara untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah secara langsung.

“Kami berharap pemerintah mau mendengarkan masukan dari masyarakat dan mahasiswa. Tujuan kami bukan hanya mengkritik, tetapi juga mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat,” katanya.

Pengamat kebijakan publik, Dina Maharani, menilai bahwa perbedaan pandangan antara pemerintah dan mahasiswa merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi.

Aksi demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi. Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat membangun dialog yang konstruktif untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada,” jelasnya.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan relatif kondusif. Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah dapat lebih terbuka terhadap kritik dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Sementara itu, pemerintah tetap menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang dianggap dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, dengan tetap memperhatikan masukan dari berbagai pihak.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *