Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Deretan Objek Wisata NTT yang Belum Beroperasi Pasca-Gempa

  • Bagikan
Desa Wisata Wae Rebo yang Masih Ditutup Pasca Gempa
banner 468x60
Desa Wisata Wae Rebo yang Masih Ditutup Pasca Gempa

Jakarta, iKoneksi.com – Kementerian Pariwisata menegaskan sejumlah destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih memerlukan perhatian khusus dan ditutup sementara pascagempa magnitudo 7,7. Langkah ini diambil demi keselamatan wisatawan.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (19/8/2026), Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi destinasi, akomodasi, dan fasilitas pendukung.

Pemantauan dilakukan lewat verifikasi lapangan berkala ke hotel, restoran, dan destinasi wisata. BPOLBF juga mengoperasikan hotline informasi pariwisata untuk memastikan wisatawan dan pelaku usaha memperoleh informasi akurat.

Sejumlah destinasi yang masih ditutup antara lain Wae Rebo dan Ruteng Pu’u di Manggarai, Taman Nasional Kelimutu di Ende akibat longsoran kawah, TWAL Gugus Pulau Teluk Maumere di Sikka, serta beberapa kawasan wisata di Ngada dan Nagekeo yang terkendala jaringan komunikasi dan listrik.

Sektor penerbangan turut menyesuaikan operasional. Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus, sementara Bandara Frans Sales Lega Ruteng menunda penerbangan Wings Air hingga 22 Agustus. Bandara Komodo Labuan Bajo, Frans Seda Maumere, dan Gewayantana Larantuka tetap beroperasi dengan penyesuaian jadwal.

BPOLBF membuka hotline pariwisata  untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, dan akomodasi pascagempa.

Meski demikian, sejumlah destinasi utama di Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo mulai berangsur normal. Pelabuhan Marina Labuan Bajo kembali beroperasi, akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo pun dibuka.

Aktivitas wisata di Pulau Padar, Loh Liang, Loh Buaya, dan Gili Lawa berjalan normal dengan kunjungan mencapai lebih dari 2.000 orang per hari pada 17 Agustus. Destinasi lain seperti Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo tetap ramai, sementara Batu Cermin kembali dibuka sejak 16 Agustus.

Mayoritas hotel besar di Manggarai Barat, seperti Ayana, Crowne Plaza, Sudamala, Ta’aktana Marriott, dan Meruorah, dilaporkan aman dengan kerusakan ringan. Namun, Hotel Jayakarta mengalami kerusakan struktural berat dan ditutup sementara.

“Kami terus melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kerusakan akomodasi, daya tarik wisata, dan fasilitas pendukung di seluruh kabupaten terdampak,” tegas Kementerian Pariwisata dalam pernyataan resminya.

Koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian Perhubungan dan AirNav melalui skema Get Airport Ready for Disaster (GARD) untuk mendukung pemulihan operasional bandara. Pemerintah mengimbau wisatawan agar mengutamakan keselamatan, memantau informasi resmi, dan menggunakan hotline BPOLBF sebelum melakukan perjalanan ke Flores.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *