Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Tim Gabungan Tutup Posko Darurat Pasca Kebakaran Bromo Berakhir

  • Bagikan
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kawasan Bromo
banner 468x60
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kawasan Bromo

Malang, iKoneksi.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi dinyatakan berakhir. Tim gabungan menutup Posko Penanganan Darurat Bencana Karhutla pada Selasa (18/8/2026).

Operasi pemadaman yang berlangsung sejak 3 hingga 17 Agustus berjalan aman dan terkendali. Sebanyak 1.121 hektare lebih lahan berhasil diselamatkan dari amukan api.

Komandan Korem 083 Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang solid.

“Penanganan karhutla di wilayah ini berjalan dengan aman, lancar, dan terkendali. Tentunya ini berkat kerja sama dan koordinasi lintas sektoral dari seluruh pihak,” ujar Wahyu dalam konferensi pers penutupan posko.

Menurut Wahyu, penanganan melibatkan TNI-Polri, BPBD Jawa Timur, BPBD di empat kabupaten terdampak, Balai Besar TNBTS, BMKG, Puskes TNI AU, relawan, hingga insan media. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menyajikan informasi akurat sekaligus mencegah disinformasi.

Meski berhasil, proses pemadaman bukan tanpa kendala. Tim gabungan harus menghadapi medan terjal di kawasan pegunungan, kabut tebal yang menghambat water bombing, serta vegetasi kering yang membuat api cepat merambat.

“Dari evaluasi, sejumlah langkah antisipasi disiapkan. Pertama, memperkuat sistem deteksi dini dengan CCTV, drone, dan foto udara. Kedua, meningkatkan sinergi lintas sektor dengan menggabungkan peralatan dan personel. Ketiga, memperkuat edukasi kepada masyarakat dan wisatawan agar patuh terhadap aturan di kawasan TNBTS,” jelasnya.

Wahyu menegaskan, kecil kemungkinan api berasal dari faktor alam. Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kawasan TNBTS yang menjadi perhatian dunia.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menyampaikan bahwa meski posko ditutup, satu helikopter masih disiagakan untuk pembasahan di sejumlah area lereng.

Selain itu, Pemprov Jawa Timur akan melakukan evaluasi terhadap SOP penanganan karhutla serta menyiapkan rehabilitasi kawasan terdampak. Perbaikan sarana prasarana dan peremajaan tanaman akan dilakukan bersama Balai Besar TNBTS.

Danrem 083 menegaskan penutupan posko bukan berarti kesiapsiagaan dihentikan. Sistem komando yang telah terbentuk siap diaktifkan kembali jika diperlukan. Ia menutup dengan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. 

“Mari kita jaga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi untuk generasi yang akan datang dan untuk Indonesia yang kita cintai,” pungkasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *