google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dinsos Kota Malang Gandeng HIPMI Dorong Dunia Usaha Ramah Anak

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang menggandeng Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Malang menggelar sosialisasi pengenalan dunia usaha sahabat anak. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan komitmen Kota Malang menuju Kota Layak Anak (KLA) melalui keterlibatan aktif sektor usaha.

Sekretaris Dinsos Kota Malang, Niken, mengatakan kolaborasi dengan dunia usaha merupakan salah satu indikator penting dalam program KLA yang telah dijalankan sejak 2023 hingga 2024. Menurutnya, pencapaian Kota Layak Anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kemitraan lintas sektor.

“Dalam indikator KLA, salah satu yang wajib dijalankan adalah kemitraan dengan berbagai lembaga, termasuk dunia usaha. Dunia usaha diharapkan semakin memperhatikan keberlanjutan pemenuhan hak anak,” kata Niken.

Ia menjelaskan, dunia usaha memiliki peran strategis karena banyak aktivitas bisnis yang bersinggungan langsung dengan anak-anak, baik di sektor jasa, perdagangan, pariwisata, hingga ruang publik. Karena itu, pengusaha perlu memiliki perspektif perlindungan anak dalam setiap aktivitas usahanya.

“Pemilihan HIPMI Kota Malang sebagai mitra, lanjut Niken, didasarkan pada karakter organisasi tersebut yang menaungi banyak pelaku usaha muda dari berbagai sektor. Tidak hanya usaha besar, namun juga pelaku usaha skala kecil dan menengah yang kerap berinteraksi langsung dengan anak,” jelas Niken.

“Kami menggandeng HIPMI karena di dalamnya banyak pengusaha yang usahanya bersentuhan dengan anak. Bukan hanya usaha besar seperti pusat perbelanjaan atau restoran waralaba, tetapi juga usaha lain yang mungkin selama ini belum tersentuh sosialisasi,” sambung Niken.

“Melalui sosialisasi ini, Dinsos berharap para pelaku usaha dapat mendukung keberlanjutan perlindungan hak anak, mulai dari menciptakan ruang yang aman dan ramah anak, hingga memastikan lingkungan usaha bebas dari praktik yang merugikan anak,” terang dia.

Niken menegaskan, visi Kota Malang sebagai kota yang nyaman dan aman bagi anak telah menjadi bagian dari arah kebijakan kepala daerah. Dari sisi Dinsos, masih terdapat berbagai kasus anak yang perlu penanganan serius, sehingga pencegahan melalui penciptaan lingkungan ramah anak menjadi langkah penting.

“Tujuannya agar anak-anak merasa aman dan nyaman di mana pun berada di wilayah Kota Malang. Baik di perkantoran, tempat wisata, pusat perbelanjaan, maupun ruang publik lainnya,” bebernya.

Ketua BPC HIPMI Kota Malang, Handi Prayitno, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan komitmen HIPMI untuk mendorong anggotanya berperan aktif dalam mendukung Kota Malang sebagai Kota Layak Anak.

“HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah. Dunia usaha tidak hanya bicara soal profit, tetapi juga tanggung jawab sosial, termasuk memastikan usaha kami ramah dan aman bagi anak,” tutur Handi.

Menurut Handi, sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran pengusaha agar lebih peduli terhadap pemenuhan hak anak, baik dari aspek keamanan, kenyamanan, hingga fasilitas pendukung yang sesuai dengan kebutuhan anak.

“Kami berharap ke depan semakin banyak pengusaha yang mengintegrasikan prinsip ramah anak dalam usahanya. Ini bukan sekadar kewajiban, tetapi investasi sosial jangka panjang bagi Kota Malang,” bebernya.

“Melalui sinergi Dinsos dan HIPMI, Niken menerangkan Pemerintah Kota Malang optimistis ekosistem dunia usaha yang ramah anak dapat terwujud secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Kota Malang sebagai kota yang aman, nyaman, dan layak bagi tumbuh kembang anak.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *