google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dishub Kota Malang Matangkan Drop Zone Harlah NU di Stadion Gajayana

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 180; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang masih mematangkan penataan titik drop zone dan lokasi parkir untuk peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana. Penataan tersebut dilakukan menyusul tingginya antusiasme peserta yang diperkirakan datang dari berbagai daerah.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan penentuan titik drop zone dan parkir masih dalam tahap survei dan finalisasi. Meski sebelumnya telah ditetapkan bersama tim dari PWNU Jawa Timur, Dishub memastikan rencana tersebut kembali disesuaikan dengan kondisi terkini di lapangan.

“Penataan titik drop zone dan parkir ini masih kita survei. Sebelumnya sudah ditetapkan bersama tim dari PWNU Jawa Timur, tetapi karena waktunya sangat mepet, kami akan fiksikan kembali lokasi-lokasi yang benar-benar siap digunakan,” tutur Widjaja.

Ia menyebutkan, kegiatan berskala besar tersebut diperkirakan akan dihadiri hampir seribu unit kendaraan, mulai dari bus hingga kendaraan pribadi. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Dishub, mengingat keterbatasan infrastruktur jalan di Kota Malang.

“Informasi dari Pak Wali, jumlah kendaraan bisa mendekati seribu unit. Ini tentu membutuhkan penataan yang sangat serius karena Malang menjadi tujuan kedatangan tamu dari berbagai daerah,” katanya.

Widjaja menekankan, penanganan lalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab Dishub dan Polresta Malang Kota. Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama acara berlangsung.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan semua unsur. Kita ini sama-sama menjadi tuan rumah, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen,” tegasnya.

Dalam penataan tersebut, Dishub mengoptimalkan berbagai lokasi yang memungkinkan untuk dijadikan drop zone, area parkir, sekaligus tempat istirahat sementara bagi para tamu. Beberapa lokasi disiapkan untuk menampung kendaraan besar seperti bus.

“Kami mengoptimalkan lokasi-lokasi yang memungkinkan, tidak hanya untuk parkir, tetapi juga sebagai tempat istirahat tamu. Ini bagian dari pelayanan,” jelas Widjaja.

Ia menyebut sejumlah titik potensial yang tengah disiapkan, di antaranya kawasan Islamic Center, wilayah Letjen Sutoyo, Jalan Wilis, hingga Jalan Veteran. Lokasi-lokasi tersebut dinilai masih memungkinkan untuk penempatan parkir sementara.

“Beberapa lokasi seperti Islamic Center, Letjen Sutoyo, Jalan Wilis, hingga Jalan Veteran sangat mungkin kita gunakan untuk parkir sementara,” beber Widjaja.

Terkait rekayasa lalu lintas, Widjaja memastikan hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai penutupan jalan. Menurutnya, langkah tersebut akan bersifat situasional dan insidental, menyesuaikan kondisi di lapangan saat kegiatan berlangsung.

“Penutupan jalan belum bisa kami pastikan. Semua akan dilihat secara insidental, apakah perlu pengalihan arus, rekayasa lalu lintas, atau bahkan penutupan jalan,” terang Jaya sapaan akrabnya.

Dishub, lanjut Widjaja, akan mengoptimalkan koordinasi dengan Polresta Malang Kota untuk memastikan pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas. Skema pengaturan akan disosialisasikan kepada masyarakat setelah seluruh rencana difinalisasi.

“Kami bersama Polresta terus berkoordinasi. Setelah semua fix, nanti akan kami sampaikan melalui brosur dan informasi resmi,” tandas Jaya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *