google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dishub Kota Malang Rancang Feeder Angkot Dukung Bus Trans Jatim

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah merancang konsep sistem transportasi pengumpan atau feeder untuk mengintegrasikan layanan angkutan kota (angkot) dengan bus Trans Jatim. Upaya ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam menciptakan sistem transportasi publik yang efisien, terjangkau, dan menjangkau seluruh wilayah Malang Raya.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, atau yang akrab disapa Jaya, mengungkapkan bahwa konsep feeder ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan mobilitas warga yang berada di luar jangkauan langsung moda transportasi utama seperti Trans Jatim. Feeder akan berfungsi sebagai penghubung antara kawasan permukiman dengan titik-titik transit utama, seperti terminal dan halte bus besar.

“Program ini akan melibatkan paguyuban sopir angkot, sehingga mereka tetap memiliki peran penting dalam ekosistem transportasi publik meski sistemnya berkembang ke arah yang lebih modern,” jelas Jaya saat ditemui pada iKoneksi.com, Selasa (10/6/2025).

Dua Konsep Jalur untuk Efisiensi Maksimal

Dishub telah mengembangkan dua skema jalur utama feeder di Kota Malang. Konsep pertama akan menghubungkan titik-titik di tengah kota, dimulai dari Jalan Ahmad Yani di Blimbing, melintasi pusat Kota Malang. Konsep kedua menyasar jalur pinggir kota, dimulai dari Karanglo hingga Jalan Ki Ageng Gribig di Kedungkandang, sebelum masuk ke Terminal Hamid Rusdi dan selanjutnya mengarah ke wilayah Kabupaten Malang.

“Awalnya memang dirancang untuk bus besar. Namun karena keterbatasan kapasitas jalan di Kota Malang, kami mengusulkan agar menggunakan bus mikro,” sebut Jaya.

Penggunaan bus mikro dianggap lebih realistis mengingat banyak ruas jalan kota yang sempit dan padat.

“Dishub Jatim juga telah menyatakan kesiapan untuk menyediakan 15 unit bus guna mendukung operasional Trans Jatim di koridor Malang Raya,” terang Jaya.

Solusi untuk Trayek Angkot yang Mati Suri

Program feeder ini juga dirancang untuk menyelamatkan sekitar 15 trayek angkot yang selama ini tidak optimal. Banyak trayek yang sudah tidak beroperasi secara rutin, sebagian armadanya rusak, atau hanya aktif di jam-jam tertentu saja.

“Kami berharap trayek-trayek angkot yang tak optimal ini bisa diarahkan ulang dan diperkuat melalui sistem feeder, sehingga tidak mubazir dan tetap memberi nilai ekonomi bagi para sopir,” harap Jaya.

Fokus pada Kolaborasi dan Regulasi

Dishub Kota Malang kini tengah berkoordinasi dengan berbagai paguyuban angkot untuk menentukan titik pemberangkatan dan pemberhentian feeder. Hal ini menjadi bagian penting agar implementasi program tidak menimbulkan tumpang tindih jalur dan konflik kepentingan antar moda transportasi.

Jaya menegaskan, keberhasilan sistem feeder ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, operator angkutan, dan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi pendukung agar skema ini dapat berjalan secara legal dan berkelanjutan.

“Program feeder ini diyakini akan menjadi langkah revolusioner dalam transportasi publik Malang Raya, yang tidak hanya meningkatkan konektivitas, tapi juga menghidupkan kembali moda angkutan tradisional seperti angkot dalam format yang lebih adaptif dan modern,” tukasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *