google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dispussipda Kota Malang Perkuat Literasi Lewat Pojok Baca Publik

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang memastikan layanan pojok baca di Alun-alun Merdeka tetap berjalan meski sempat mengalami penyesuaian lokasi dan jam operasional. Kepala Dispussipda Kota Malang, Yayuk Hermiati, menegaskan kegiatan literasi tersebut tetap dilaksanakan setiap hari sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Yayuk menjelaskan, penyesuaian sempat dilakukan akibat proses renovasi di salah satu titik layanan. Selama masa tersebut, kegiatan pojok baca dialihkan ke Taman Merjosari. Namun, layanan tidak berhenti total, melainkan tetap berjalan dengan jam operasional lebih singkat.

“Jadwalnya tetap ada setiap hari seperti semula. Hanya saja tutup lebih awal, sekitar pukul 13.00. Kalau buka pukul 09.00, maka di atas jam 12 sudah bersiap untuk kembali ke kantor karena buku harus disirkulasikan,” kata Yayuk.

Menurutnya, penyesuaian jam operasional dilakukan agar perputaran koleksi buku tetap terjaga. Setiap hari, buku yang dibawa ke pojok baca tidak pernah sama, sehingga membutuhkan waktu untuk penataan dan sirkulasi ulang di kantor.

“Dispussipda mencatat antusiasme masyarakat terhadap pojok baca di Alun-alun Merdeka tergolong cukup tinggi. Pengunjung tidak hanya datang secara individu, tetapi juga berkelompok, terutama dari TK dan kelompok bermain yang memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai alternatif kunjungan literasi,” tutur Yayuk.

“Biasanya ada kunjungan kelompok, terutama dari anak-anak TK yang tidak sempat datang langsung ke gedung perpustakaan. Mereka bisa membaca langsung di alun-alun,” ucap dia.

Jumlah buku yang dibaca setiap hari bervariasi, bergantung pada jumlah pengunjung. Jika terdapat kunjungan kelompok, tingkat pemanfaatan koleksi cenderung meningkat signifikan. Yayuk optimistis, setelah revitalisasi Alun-alun Merdeka rampung, minat baca masyarakat akan semakin tumbuh.

“Dengan kondisi alun-alun yang sekarang sudah lebih bagus, harapannya pengunjung semakin banyak dan minat baca juga meningkat,” terang dia.

Selain pojok baca di Alun-alun Merdeka dan Taman Merjosari, Dispussipda Kota Malang juga mengoperasikan perpustakaan keliling yang rutin menyambangi sekolah-sekolah tingkat SD dan SMP. Layanan ini dijalankan berdasarkan permintaan sekolah, baik negeri maupun swasta, dengan jadwal bergilir setiap hari.

Sementara itu, untuk taman baca di ruang terbuka hijau lainnya, Yayuk menyebut pihaknya masih melakukan penyesuaian dengan keterbatasan sumber daya manusia. Saat ini, layanan pojok baca taman masih difokuskan di dua lokasi tersebut.

“Kami menyesuaikan dengan jumlah SDM yang ada. Untuk sementara masih di Alun-alun Merdeka dan Taman Merjosari,” jelasnya.

Di luar layanan yang dikelola langsung oleh pemerintah, Dispussipda juga mendorong penguatan taman baca masyarakat (TBM) atau rumah pintar yang dikelola warga. Keberadaan TBM dinilai penting untuk memperluas akses literasi hingga ke tingkat lingkungan permukiman.

“Kami justru menambah titik-titik baca yang dikelola masyarakat. Itu bagian dari penguatan literasi berbasis komunitas,” sebut Yayuk.

“Dispussipda berharap sinergi antara layanan perpustakaan pemerintah dan taman baca masyarakat dapat memperluas jangkauan literasi sekaligus menumbuhkan budaya membaca di Kota Malang secara berkelanjutan,” tutup dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *