google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

DLH Kota Malang Genjot Pengelolaan Sampah Menuju Kota Sehat 2025

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Komitmen Pemerintah Kota Malang dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat semakin nyata. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kota Malang terus memperkuat langkah menuju Program Kota Sehat 2025. Data terbaru menunjukkan, tingkat pengelolaan sampah di Kota Malang telah mencapai 98,97 persen, atau setara dengan 723,74 ton per hari. Capaian ini menempatkan Kota Malang sebagai salah satu kota dengan sistem pengelolaan sampah terbaik di Indonesia sekaligus mendekati standar penilaian penghargaan Adipura.

Transformasi Besar di TPA Supit Urang

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gameliel Raymond Hatigoran, menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah akhir, melainkan pintu awal dari transformasi besar. Salah satu fokus utama saat ini adalah pengembangan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Selama ini, pengelolaan sampah masih menggunakan sistem controlled landfill, namun pemerintah tengah mengubahnya menjadi sanitary landfill.

Transformasi ini penting karena sanitary landfill dinilai lebih ramah lingkungan, memenuhi standar nasional, dan mampu mengurangi risiko pencemaran.

“Targetnya, hingga Desember 2025 sudah tuntas, termasuk pengembangan sanitary landfill yang kini berjalan di lahan lima hektare dari total 32 hektare TPA,” jelas Raymond kepada iKoneksi.com saat ditemui seusai mengunjungi TPA Supit Urang, Selasa (19/9/2025)

Perubahan sistem di TPA Supit Urang mendapat apresiasi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup RI.

“Kota Malang bahkan disebut sebagai percontohan nasional dalam penghentian praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka yang selama ini menjadi masalah utama di banyak daerah,” lugasnya.

Strategi Komprehensif dari Hulu ke Hilir

DLH Kota Malang tidak hanya berfokus pada TPA. Sejumlah strategi komprehensif tengah digalakkan, mulai dari hulu hingga hilir. Optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di berbagai wilayah menjadi langkah awal. Kemudian, pemerintah juga menyiapkan pusat daur ulang dan transfer station agar pemilahan bisa dilakukan langsung dari sumber sampah.

“Selain itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga internasional juga terus diperkuat. Tujuannya, mengembangkan teknologi ramah lingkungan yang mampu memperpanjang siklus penggunaan sampah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap lahan TPA. Langkah penyempurnaan ini bukan semata demi penghargaan, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas hidup warga Kota Malang,” tegas Raymond.

“Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui program LSDP, yang menjadikan sistem pengelolaan sampah Kota Malang lebih berkelanjutan,” sambungnya.

Lebih dari Sekadar Adipura

Meski capaian ini mendekati standar Adipura, DLH Kota Malang menegaskan bahwa target utama bukan hanya penghargaan. Program Kota Sehat 2025 yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara memiliki indikator lebih luas, mulai dari pengelolaan sampah, kualitas udara, hingga ketersediaan ruang terbuka hijau.

Raymond menyampaikan Kota Malang tidak hanya mengejar predikat sebagai Kota Sehat, tetapi juga menargetkan penghargaan tertinggi, yakni Adipura Kencana.

“Kami optimis dengan sinergi, inovasi, dan partisipasi masyarakat, Malang bisa menjadi kota sehat sekaligus kota bersih berstandar nasional bahkan internasional,” serunya.

Harapan Baru Warga Malang

Capaian ini tentu membawa harapan baru bagi warga Malang. Dengan pengelolaan sampah yang semakin modern, lingkungan yang lebih bersih, serta kualitas udara yang terjaga, masyarakat diharapkan dapat menikmati kehidupan yang lebih sehat. Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya pada pemerintah, melainkan juga pada kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

“Jika langkah ini konsisten, Kota Malang berpeluang besar menjadi kota percontohan nasional, bahkan internasional, dalam menciptakan lingkungan sehat, bersih, dan berkelanjutan,” tandasnya. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *