google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Donny Maulana Figur Muda Malang Raya yang Tidak Hanya Bicara, Tapi Bertindak

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Di tengah derasnya arus pragmatisme politik dan minimnya kepekaan sosial di kalangan generasi muda, sosok Donny Maulana hadir sebagai angin segar yang membawa harapan. Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Negeri Malang ini dikenal bukan hanya karena gagasannya, tetapi juga karena kiprah nyata di lapangan.

Donny bukan tipe aktivis yang hanya fasih berorasi di podium. Ia adalah aktivis sejati yang memilih hidup di tengah rakyat, memahami persoalan mereka, dan berjuang bersama mereka. Moto hidupnya yang sederhana namun penuh makna, Menghidupi, menjadi refleksi dari cara ia menjalani kehidupan. Bagi Donny, hidup bukan sekadar eksistensi, tetapi tentang memberi manfaat bagi orang lain.

Sekolah Kali: Pendidikan Alternatif untuk Anak Pinggiran

Salah satu inisiatif paling menggugah dari Donny adalah pendirian Sekolah Kali di Kecamatan Sukun, Kota Malang. Program ini menjadi jawaban atas kerinduan anak-anak pinggiran sungai yang selama ini nyaris luput dari perhatian sistem pendidikan formal. Di bawah rindangnya pohon dan beratapkan langit, Donny bersama para relawan muda membuka ruang belajar gratis bagi anak-anak yang kesulitan mengakses sekolah.

Sekolah Kali bukan sekadar tempat belajar baca-tulis, tetapi menjadi ruang edukasi kritis dan humanis. Anak-anak diajak memahami lingkungan sekitar mereka, diajarkan tentang pentingnya kebersihan, solidaritas, serta kesadaran sosial. Metode pembelajaran pun dikemas secara kreatif, tanpa tekanan, namun tetap memicu semangat belajar.

“Sekolah ini adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan struktural dalam dunia pendidikan. Kalau negara belum bisa hadir, maka rakyat harus saling menghidupi,” kata Donny dalam sebuah diskusi komunitas.

Aksi Nyata Lewat Bakti Sosial dan Konsolidasi Rakyat

Selain mendirikan Sekolah Kali, Donny juga aktif mengorganisir kegiatan bakti sosial di berbagai titik di Malang Raya. Ia kerap menggandeng mahasiswa, komunitas, dan bahkan warga biasa untuk bersama-sama terjun ke lingkungan padat penduduk, memberikan bantuan logistik, layanan kesehatan gratis, serta edukasi lingkungan.

Tak berhenti di situ, Donny juga dikenal aktif dalam konsolidasi gerakan rakyat. Ia turun ke lapangan saat petani di pinggiran Kabupaten Malang mengalami intimidasi dalam sengketa lahan. Ia berdiri di barisan terdepan saat masyarakat adat kehilangan ruang hidupnya karena ekspansi industri. Bagi Donny, menjadi aktivis bukan soal atribut, tetapi soal keberpihakan yang jelas dan konsisten.

GMNI dan Semangat Nasionalisme yang Membumi

Sebagai kader GMNI, Donny juga terus membawa semangat nasionalisme progresif yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia menjadikan ajaran Bung Karno sebagai pedoman berpikir dan bertindak, tanpa terjebak dalam romantisme masa lalu. Ia menghidupkan nilai-nilai Marhaenisme dalam bentuk perjuangan sosial yang konkrit, membela kaum marjinal dan memperjuangkan hak-hak dasar rakyat.

“Nasionalisme tanpa keberpihakan pada kaum tertindas hanyalah slogan kosong,” tegasnya dalam sebuah forum mahasiswa.

Harapan Baru untuk Malang Raya

Dengan rekam jejak yang kuat di lapangan, Donny Maulana kini disebut-sebut sebagai figur muda yang layak menjadi representasi perubahan di Malang Raya. Ia menjadi simbol harapan bahwa politik tidak harus kotor, aktivisme tidak harus usang, dan perubahan tidak selalu datang dari atas.

Donny menunjukkan dengan konsistensi, empati, dan keberanian berpihak, seorang anak muda bisa menjadi katalisator perubahan. Ia tidak sedang membangun karier pribadi, tapi membangun pondasi harapan bersama masyarakat.

Saat generasi muda lainnya sibuk mencari jalan pintas menuju sukses, Donny Maulana justru memilih jalan terjal berbaur dengan rakyat, mendengarkan keluh kesah mereka, dan bertarung demi masa depan yang lebih adil.

Dalam diri Donny, kita melihat refleksi dari apa yang selama ini hilang dalam dunia aktivisme: integritas, ketulusan, dan keberanian untuk terus menghidupi bukan hanya hidup. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *