google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dubes Bulgaria Kunjungi Kota Malang, Bahas Kerja Sama Pendidikan hingga UMKM

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Suasana Balai Kota Malang terasa berbeda pada Kamis malam (9/10/2025). Dalam nuansa hangat dan penuh keakraban, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, PhD, seorang diplomat yang juga akademisi di bidang folklor. Pertemuan yang berlangsung santai ini ternyata menyimpan makna strategis: membuka jalan kolaborasi baru antara Kota Malang dan Republik Bulgaria di berbagai sektor.

Silaturahmi Diplomatik yang Berbuah Peluang

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, yang mewakili Wali Kota Malang, menyambut langsung kedatangan Dubes Tanya Dimitrova di Balai Kota. Ia menyebut kunjungan ini sebagai sebuah kehormatan besar bagi Kota Malang.

“Momentum ini bukan sekadar silaturahmi diplomatik, namun juga pintu pembuka bagi berbagai peluang kolaborasi yang lebih luas antara Kota Malang dan Republik Bulgaria,” katanya dengan penuh semangat.

Ali menilai, dalam konteks global yang semakin terhubung, kolaborasi lintas negara menjadi penting untuk memperkuat posisi daerah seperti Malang agar bisa berperan di panggung internasional. Karena itu, Pemkot Malang menyambut dengan tangan terbuka semua potensi kerja sama, baik di bidang pendidikan, teknologi, ekonomi, maupun kebudayaan.

Pendidikan dan Sains Jadi Fokus Utama

Dalam dialog yang berlangsung cair namun serius, kedua pihak membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Bulgaria, yang dikenal memiliki sejumlah universitas unggulan di Eropa Timur, dinilai potensial menjadi mitra akademik bagi perguruan tinggi di Kota Malang.

Ali menekankan, Kota Malang memiliki banyak kampus ternama dan ribuan mahasiswa internasional.

“Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan. Kami terbuka untuk kerja sama riset, pertukaran pelajar, hingga program magang internasional dengan institusi pendidikan di Bulgaria,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi di bidang sains dan teknologi dapat membuka ruang pengembangan inovasi bagi generasi muda Malang, terutama di era digital dan industri kreatif yang terus berkembang.

Dorong UMKM dan Pertukaran Budaya

Tak hanya soal akademik, Pemkot Malang juga berharap bisa menjalin hubungan yang lebih konkret di sektor ekonomi dan kebudayaan. Dalam kesempatan itu, Wawali Ali mengusulkan adanya pertukaran budaya dan business matching antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Malang dengan pasar Bulgaria.

“Harapannya bisa juga ada pertukaran budaya dan kami dapat memperkenalkan produk-produk unggulan Kota Malang, terutama produk UMKM, kepada pasar di Bulgaria melalui business matching,” tutur Ali.

Produk khas Malang seperti kopi, kerajinan tangan, batik, dan olahan kuliner lokal disebut memiliki potensi ekspor yang tinggi, terutama jika difasilitasi lewat kerja sama antar pemerintah daerah dan lembaga ekonomi di Bulgaria.

Peluang Pekerja Migran ke Eropa Timur

Selain pendidikan dan ekonomi, pembahasan juga menyinggung penempatan tenaga kerja Indonesia (PMI) asal Malang di sektor formal di Bulgaria. Saat ini, sekitar 260 pekerja migran asal Kota Malang bekerja di luar negeri, sebagian besar di kawasan Asia Timur.

Dengan adanya hubungan baru ini, diharapkan pintu menuju pasar tenaga kerja Eropa bisa terbuka.

“Mudah-mudahan dengan pertemuan ini kita bisa membuka peluang agar pekerja migran kita juga bisa mendapat akses bekerja di Bulgaria. Kalau secara SDM, kami percaya kita siap dan mumpuni,” tegas Ali.

Kerja sama ketenagakerjaan ini diharapkan Ali tak hanya meningkatkan kesejahteraan para pekerja, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral dalam aspek ekonomi dan sosial.

Bulgaria Siap Buka Akses dan Peluang

Menanggapi semangat dari tuan rumah, Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, menyatakan pihaknya menyambut baik niat Pemkot Malang. Ia menegaskan bahwa Bulgaria dengan tangan terbuka akan memfasilitasi kerja sama konkret di berbagai bidang.

“Tak hanya hubungan politik, kami juga mengembangkan kerja sama di berbagai bidang. Kami dengan senang hati akan mencarikan akses dan peluang dalam pendidikan, bisnis, serta kebudayaan yang bisa dikoneksikan dengan Kota Malang,” kata Tanya.

Ia juga mengingatkan hubungan diplomatik Indonesia–Bulgaria telah terjalin sejak era Presiden Soekarno, dan kini saatnya memperkuat hubungan itu melalui kerja sama nyata antar daerah.

Membangun Jembatan Persahabatan

Pertemuan malam itu berakhir dengan suasana penuh optimisme. Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti diskusi ini ke tahap yang lebih konkret. Tanya Dimitrova berharap silaturahmi ini menjadi “jembatan persahabatan” yang memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua negara.

Ali menekankan langkah ini menjadi bagian penting dari diplomasi daerah bagaimana kota seperti Malang mampu membangun jaringan internasional yang memberi dampak langsung bagi warganya.

“Dengan visi yang sama untuk tumbuh bersama, Kota Malang dan Bulgaria kini memulai babak baru persahabatan lintas benua, yang berpotensi memperkuat hubungan antara Asia dan Eropa melalui pendidikan, budaya, ekonomi, dan kemanusiaan,” pungkas Ali.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *