Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Dulu Diragukan, Kini QRIS Catat Transaksi Rp 1,9 Kuadriliun

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com — Siapa sangka, sistem pembayaran digital yang dulu sempat dipandang sebelah mata kini justru menjelma menjadi tulang punggung transaksi masyarakat Indonesia. QR Indonesia Standard atau QRIS, inovasi besutan Bank Indonesia (BI), kini mencatat capaian luar biasa: nilai transaksi menembus Rp1,9 kuadriliun dan jumlah pengguna mencapai 58 juta orang di seluruh negeri.

Namun, perjalanan QRIS menuju kesuksesan ini tak semulus kode QR yang kini terpampang di setiap meja kasir, warung kopi, hingga pedagang kaki lima. Pada awal kehadirannya di tahun 2019, QRIS justru menuai banyak keraguan.

Dari Skeptisisme Menuju Kepercayaan Publik

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengakui transformasi digital di sektor pembayaran Indonesia membutuhkan waktu untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.

“Dari yang tidak percaya, orang enggan menggunakan QRIS, orang enggan menggunakan BI-FAST, kini semua berpartisipasi dan menikmati manfaatnya,” kata Filianingsih dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025, Jumat (31/10/2025).

Di masa awal peluncuran, banyak warga yang masih memilih transaksi tunai karena menganggap pembayaran digital rumit dan tidak aman. Namun, pandemi COVID-19 menjadi momentum besar yang mengubah segalanya. Pembatasan interaksi fisik mendorong masyarakat untuk mencari cara bertransaksi yang lebih praktis dan higienis. Dari situlah, QRIS mulai menancapkan kepercayaan publik.

“Kini, bukan hanya kalangan muda atau pebisnis modern yang menggunakannya, tapi juga pedagang pasar tradisional dan UMKM di pelosok,” tuturnya.

Lonjakan Transaksi dan Peran Besar BI

Menurut Filianingsih, hingga triwulan ketiga tahun 2025, QRIS telah mencatat 58 juta pengguna dan 41 juta merchant, dengan nilai transaksi menembus Rp1,9 kuadriliun.

“Capaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar pembayaran digital terbesar di kawasan Asia,” tegasnya.

Peningkatan fantastis ini menunjukkan bahwa kepercayaan menjadi kunci utama keberhasilan transformasi digital sistem pembayaran nasional.

“Masyarakat yang sebelumnya ragu, kini menjadikan QRIS bagian dari rutinitas harian mulai dari membeli kopi, membayar parkir, hingga berdonasi di masjid,” terangnya.

Tantangan Baru: Keamanan Siber dan Sinergi Nasional

Meski sudah dipercaya, Filianingsih mengingatkan bahwa keberhasilan ini tidak boleh membuat lalai. Dunia digital kini menghadapi ancaman baru berupa serangan siber yang kian kompleks.

“Kepercayaan masyarakat harus dijaga. Melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, Bank Indonesia berupaya menjawab tantangan dengan memperkuat sinergi, inovasi, kolaborasi, dan keamanan sistem pembayaran,” ujarnya.

BI terus mendorong industri pembayaran agar memperkuat lapisan keamanan, memperluas literasi digital, dan meningkatkan perlindungan konsumen. Menurutnya, keberhasilan QRIS bukan hanya hasil kerja BI, tetapi buah kolaborasi kolektif antara banyak pihak mulai dari OJK, Kementerian dan Lembaga, pelaku industri, hingga masyarakat pengguna.

“Ini bukti nyata bahwa kolaborasi adalah kunci keberhasilan transformasi digital nasional,” jelasnya.

QRIS di Panggung Global

Transformasi digital Indonesia juga semakin diakui dunia. QRIS kini telah terhubung lintas negara, termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang.

“Inovasi QRIS antarnegara memperluas peran Indonesia di ranah global. Orang Indonesia yang ke Jepang bisa langsung memakai QRIS untuk bertransaksi. Begitu juga sebaliknya, turis Jepang bisa menggunakan QR mereka di Indonesia,” terang Filianingsih.

Tak berhenti di situ, BI juga sedang dalam tahap sandboxing dengan Tiongkok dan inisiatif baru bersama Korea Selatan. Harapannya, pada awal tahun depan, QRIS bisa digunakan lebih luas di kawasan Asia Timur.

Transformasi Digital yang Membangun Kepercayaan

Capaian luar biasa QRIS menunjukkan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kepercayaan masyarakat. Dari sistem yang semula diragukan, QRIS kini menjadi simbol perubahan gaya hidup dan kemajuan ekonomi digital Indonesia.

“Ke depan, tantangan masih besar yaitu menjaga keamanan, memperluas inklusi keuangan, dan memastikan seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati manfaat pembayaran digital secara aman dan efisien. Namun satu hal pasti, QRIS telah membuktikan bahwa inovasi yang dibangun dengan konsistensi dan kolaborasi mampu mengubah skeptisisme menjadi kepercayaan nasional,” tandasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *