google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

FP USU Somasi Panitia Penjaringan Calon Rektor

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Polemik terkait integritas kepemimpinan di Universitas Sumatera Utara (USU) kembali mencuat ke publik. Forum Penyelamat USU (FP USU) melayangkan somasi terbuka kepada panitia penjaringan calon rektor USU. Langkah ini diambil sebagai respons atas pemanggilan Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin SSos MSi, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu terkait dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara.

Ketua FP USU, Adv. M. Taufik Umar Dani Harahap SH, menegaskan bahwa institusi pendidikan harus dijaga sebagai lembaga yang identik dengan moral, etika, integritas, dan keilmuan. Menurutnya, masyarakat tidak menginginkan sosok calon rektor yang terlibat masalah hukum maupun yang diragukan etika dan moralnya.

Somasi Terbuka Demi Integritas USU

Dalam keterangannya di Medan, Kamis (4/9/2025), Taufik menjelaskan somasi terbuka yang dikirimkan pihaknya ditujukan langsung kepada panitia penjaringan calon rektor USU. Tujuannya jelas: mendesak agar proses pemilihan pemimpin universitas berlangsung bersih dan tidak tercemar isu korupsi maupun pelanggaran etika.

“Forum Penyelamat USU sudah sampaikan somasi terbuka kepada panitia penjaringan calon rektor. Kita tidak menginginkan ada calon rektor yang bermasalah dengan etika dan moral,” tegas Taufik.

FP USU menilai, jika figur yang bermasalah tetap masuk dalam bursa calon, hal ini dapat merusak marwah universitas sekaligus menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan tinggi yang semestinya menjadi teladan moral dan intelektual.

Ancaman Gugatan ke PTUN

Taufik juga menekankan FP USU tidak akan tinggal diam jika somasi tersebut diabaikan. Ia memberi waktu tiga hari kepada panitia penjaringan untuk memberikan jawaban. Jika tidak direspons, pihaknya berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum dengan menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Persoalan USU harus dibawa ke publik, dan melalui pengadilan kita akan lihat apakah USU masih menjalankan fungsinya sebagai institusi pendidikan yang mengemban moral dan etika,” ujarnya.

Poin Tuntutan FP USU

Dalam somasinya, FP USU menyampaikan sejumlah poin penting. Salah satunya adalah mendesak agar Rektor USU memberikan klarifikasi terbuka di hadapan Senat Akademik, Dewan Guru Besar, Majelis Wali Amanat, serta masyarakat Sumatera Utara. Klarifikasi ini dianggap penting untuk menjernihkan dugaan yang berkembang sekaligus menjaga nama baik universitas.

Selain itu, FP USU juga menekankan agar pemilihan rektor ke depan benar-benar menghasilkan sosok yang bersih, bermoral, serta beretika tinggi.

“Siapapun guru besar yang mau jadi rektor di USU silakan saja. Yang kita inginkan hanyalah terpilihnya rektor yang bermoral dan beretika,” tutur Taufik.

Respons USU Masih Bungkam

Sementara itu, pihak Universitas Sumatera Utara belum memberikan tanggapan resmi terkait somasi yang dilayangkan FP USU. Kepala Humas USU, Amalia Meutia, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat maupun panggilan telepon, tidak memberikan jawaban.

Sikap diam ini justru semakin memantik pertanyaan publik mengenai keseriusan pihak universitas menanggapi desakan masyarakat dan civitas akademika terkait persoalan integritas pimpinan.

Menurut Taufik somasi terbuka yang dilayangkan FP USU bukan hanya sekadar protes, melainkan sebuah peringatan moral agar proses penjaringan rektor tidak ternodai kepentingan sempit. Publik kini menanti langkah konkret panitia penjaringan dan jajaran pimpinan universitas dalam menjawab tuntutan ini.

“Dengan ancaman gugatan ke PTUN, isu ini diprediksi akan terus mengemuka dan menjadi sorotan tidak hanya di lingkungan akademik, tetapi juga dalam ranah publik yang lebih luas. Universitas, sebagai rumah besar ilmu pengetahuan, kini ditantang untuk membuktikan apakah ia masih tegak berdiri di atas nilai moral, etika, dan integritas,” pungkas Taufik. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *