google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

FSQ Ke-18 Tebingtinggi: Panggung Semangat Seni dan Syiar Islam

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Tebingtinggi, iKoneksi.com — Langit malam di Lapangan Merdeka, Jalan Dr. Sutomo, Sabtu (4/10/2025), berubah menjadi lautan cahaya dan gema selawat. Musik qasidah berpadu dengan sorak-sorai penonton yang antusias menandai berakhirnya Festival Seni dan Qasidah (FSQ) Ke-18 Tingkat Kota Tebingtinggi.

Acara penutupan berlangsung khidmat sekaligus meriah. Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi, Muhammad Syah Irwan, hadir mewakili Wali Kota Tebingtinggi H. Iman Irdian Saragih untuk menutup secara resmi kegiatan tahunan yang telah menjadi ikon budaya Islami di kota tersebut.

Seni, Budaya, dan Dakwah yang Berpadu Harmonis

Dalam sambutannya, Syah menegaskan festival ini bukan sekadar ajang perlombaan seni, tetapi sebuah ruang penting untuk melestarikan budaya dan menyiarkan nilai-nilai Islam melalui musik dan seni suara.

“Pelaksanaan Festival Seni dan Qasidah merupakan wahana dalam rangka melestarikan nilai-nilai budaya, khususnya seni musik Islami,” kata Pj. Sekdako tegas di hadapan peserta dan tamu undangan.

Ia menambahkan, di tengah gempuran budaya modern dan digital, ajang seperti FSQ menjadi perisai moral yang memperkuat karakter generasi muda. Menurutnya, dakwah tidak hanya bisa dilakukan melalui mimbar, tetapi juga lewat lantunan irama yang menginspirasi.

“Kita perlu terus menghidupkan semangat dakwah dengan cara yang damai dan indah. Melalui seni qasidah, masyarakat dapat belajar nilai kebersamaan, keikhlasan, dan cinta kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Apresiasi untuk Para Juara dan Peserta

Dalam kesempatan tersebut, Syah juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah berjuang dengan semangat dan dedikasi. Ia menilai, seluruh peserta telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menampilkan seni bernuansa Islami yang indah dan menggugah.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih gelar juara. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus berkarya dan membawa nama baik Kota Tebingtinggi ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

Namun, ia juga memberikan pesan khusus bagi peserta yang belum berhasil meraih kemenangan.

“Kegagalan hari ini bukan akhir, tapi awal dari perjuangan baru. Teruslah berlatih, karena seni adalah perjalanan panjang menuju kesempurnaan,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Usai sambutan, suasana menjadi semakin hangat saat Pj. Sekdako secara resmi menutup acara dengan penuh khidmat.

“Dengan mengucap Alhamdulillahirabbil’alamin, Festival Seni dan Qasidah Ke-18 Tingkat Kota Tebingtinggi secara resmi saya nyatakan ditutup,” ucapnya dengan suara lantang yang disambut gema takbir dari penonton.

Dewan Hakim Umumkan Juara: BKPRMI Raih Gelar Juara Umum

Setelah penutupan resmi, Dewan Hakim yang diketuai oleh H.M. Rizali Nasution membacakan hasil akhir perlombaan dari berbagai kategori: bintang vokalis, rebana klasik, hingga pop religi, baik untuk anak-anak, remaja, maupun dewasa.

Hasilnya, DPD BKPRMI tampil sebagai Juara Umum dengan total nilai 40 poin, disusul Sanggar Al Kindy di posisi kedua dengan 25 poin, dan MTs Al Hasyimiyah di posisi ketiga dengan 8 poin.

Para pemenang tampak sumringah saat menerima piala dan piagam penghargaan di atas panggung utama, sementara para penonton memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi.

Malam Penutupan yang Meriah dan Penuh Pesan Moral

Menurut Syah penutupan FSQ tahun ini menjadi momen yang istimewa bukan hanya karena penampilan para peserta, tetapi juga karena antusiasme masyarakat yang memenuhi Lapangan Merdeka hingga larut malam.

“Warga dari berbagai kelurahan datang membawa keluarga untuk menyaksikan pertunjukan yang sarat makna religi ini. Sorotan lampu panggung, alunan musik rebana, dan lantunan selawat menciptakan suasana yang damai dan menggugah hati,” bebernya.

Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain Kasat Samapta Polres Tebingtinggi AKP Bambang Irawan, Kasi Intel Kejari Sai Sintong Purba, Anggota DPRD Anda Yasser yang mewakili Ketua DPRD, serta para Asisten dan Staf Ahli Pemko Tebingtinggi. Kehadiran mereka memperlihatkan dukungan nyata pemerintah terhadap kegiatan yang mengangkat nilai-nilai keislaman dan kebudayaan.

Ajang Seni yang Perlu Dijaga Keberlanjutannya

Syah menekankan FSQ Ke-18 ini menjadi bukti bahwa seni Islam masih hidup dan dicintai masyarakat Tebingtinggi. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini telah menjelma menjadi ruang ekspresi, pendidikan moral, dan simbol persatuan umat.

Seperti yang diungkapkan Syah, festival ini harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan kualitasnya. Sebab, di balik syair-syair qasidah dan lantunan rebana, tersimpan pesan mendalam tentang cinta, kedamaian, dan kebersamaan yang menjadi fondasi masyarakat beriman dan berbudaya.

“Malam itu, Tebingtinggi bukan hanya menutup sebuah festival tetapi juga meneguhkan semangat baru untuk terus menyiarkan Islam dengan keindahan seni,” tutup Syah. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *