google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gantungan Kunci dari Daun Kering Buatan Mahasiswa PPG UM, Cara Siswa Belajar Wirausaha

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Di tengah tantangan dunia pendidikan yang menuntut kreativitas dan keterampilan abad ke-21, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Universitas Negeri Malang (UM) memperkenalkan inovasi menarik kepada siswa SMP Bahrul Maghfiroh. Lewat pelatihan pembuatan gantungan kunci dari daun kering dan resin, para siswa diajak mengenal dunia wirausaha sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan kontekstual.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, (17/4/2025), diikuti oleh siswa kelas VII SMP Bahrul Maghfiroh dengan pendampingan penuh dari mahasiswa PPG UM. Mereka tak hanya diajarkan membuat kerajinan tangan, tapi juga diperkenalkan pada proses berpikir kreatif, kerja tim, dan nilai ekonomis dari barang sederhana di sekitar mereka.

Kreativitas dan Kewirausahaan dari Bahan Alami

Para siswa belajar menggunakan bahan alami seperti daun kering dan bunga dari lingkungan sekitar, serta dipandu menggunakan resin, katalis, dan cetakan silikon untuk menciptakan gantungan kunci yang unik dan bernilai jual. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kreativitas praktis yang dapat menjadi bekal penting di masa depan.

Kepala SMP Bahrul Maghfiroh, Syukur Insani, M.Pd.Gr., menyampaikan apresiasinya atas pelatihan ini.

“Anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga dibekali keterampilan hidup yang bisa mereka kembangkan,” katanya.

Siswa Antusias, Guru Terkesan

Pelatihan ini langsung disambut antusias oleh siswa. Mereka terlibat aktif dari tahap awal hingga akhir. Nabila, salah satu siswa, mengungkapkan kegembiraannya.

“Awalnya saya pikir susah, tapi setelah dicoba ternyata menyenangkan. Aku jadi pengin coba jual juga di rumah,” katanya.

Sementara Arya, siswa lainnya, menambahkan, suka prosesnya, apalagi waktu menuangkan resin. Rasanya kayak jadi pengrajin beneran.

Guru pendamping, Bapak Afan, melihat bahwa pelatihan ini memberi warna baru dalam pembelajaran.

“Kegiatan seperti ini membuat anak-anak semangat dan mampu mengekspresikan diri lewat kreativitas,” tuturnya.

Proyek Edukatif yang Menyenangkan

Mahasiswa PPG UM yang terlibat juga menyampaikan optimisme atas respon positif dari para siswa. Vania, salah satu penggagas kegiatan, mengatakan bahwa pendekatan belajar berbasis projek sangat cocok diterapkan di jenjang SMP.

“Kami ingin anak-anak tahu, hal kecil bisa bernilai besar kalau dikerjakan dengan kreatif dan sungguh-sungguh,” ucapnya.

Rekan timnya, Arisma, menambahkan, Antusiasme mereka jadi bukti bahwa belajar itu tak selalu harus duduk diam di kelas. Mereka belajar sambil berkreasi, dan hasilnya bisa langsung dirasakan.

Sejalan dengan Kurikulum Merdeka

Program ini dikatakan Vania sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis projek. Selain meningkatkan keterampilan praktis, kegiatan ini juga membangun rasa percaya diri, semangat kolaboratif, dan kemampuan komunikasi para siswa.

“Kegiatan pelatihan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menghadirkan pembelajaran bermakna yang relevan dengan kehidupan nyata. Diharapkan, pelatihan ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, produktif, dan menyenangkan,” pungkas Vania. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *