google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hadiri Sarasehan Kebangsaan, Bupati Humbanghas Tegaskan Memperkokoh Pancasila Hadapi Tantangan Geopolitik Global

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Bupati Humbang Hasundutan, Oloan P. Nababan, menghadiri sarasehan kebangsaan bertajuk Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitik Global Menuju Indonesia Raya yang digelar di Gedung Nusantara IV, MPR RI, Selasa (20/5/2025). Acara yang digagas oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama MPR RI dan Center for Geopolitics & Geostrategy Studies Indonesia ini menjadi momentum penting bagi penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika dunia yang terus berubah.

Sarasehan Kebangsaan: Ruang Strategis Dialog Kebangsaan

Sarasehan ini bukan sekadar forum biasa. Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menegaskan kegiatan tersebut merupakan ruang strategis untuk dialog lintas sektor dan daerah. Dalam sarasehan, para pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah berkumpul membahas tantangan dan peluang dalam memperkokoh ideologi Pancasila sebagai dasar negara.

“Dialog lintas daerah dan sektor ini sangat penting untuk mempertemukan berbagai perspektif kebangsaan agar nilai Pancasila tetap kuat dan relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Yudian.

Peserta Sarasehan: Representasi Kekuatan Bangsa

Sarasehan ini dihadiri oleh 867 peserta secara langsung, meliputi jajaran pimpinan lembaga tinggi negara, menteri, wakil menteri kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, dan para pejabat tinggi negara lainnya. Tidak hanya itu, hadir pula gubernur, wali kota, bupati, serta ketua DPRD dan unsur kepolisian serta militer dari seluruh Indonesia.

Selain peserta luring, lebih dari seribu peserta lainnya mengikuti acara secara daring. Mereka berasal dari jajaran kepala kejaksaan tinggi, sekretaris daerah, hingga kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia.

Kehadiran para pejabat ini menggambarkan betapa pentingnya penguatan Pancasila sebagai landasan persatuan di tengah kompleksitas tantangan geopolitik global.

Geopolitik Global: Tantangan dan Peluang Indonesia

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, dalam sambutannya menyampaikan perubahan geopolitik dunia yang sedang berlangsung menjadi tantangan sekaligus peluang bagi bangsa Indonesia. Ia menegaskan bahwa pondasi yang diwariskan oleh para pendiri bangsa, yaitu Pancasila, harus menjadi pegangan utama dalam menghadapi situasi global yang semakin dinamis.

“Di tengah derasnya gelombang globalisasi dan polarisasi ideologi yang semakin kompleks, Pancasila tetap menjadi pilar utama yang menyatukan bangsa Indonesia,” kata Muzani.

Menurutnya, Pancasila bukan hanya simbol masa lalu, melainkan juga kunci untuk memastikan masa depan bangsa tetap kokoh dan bersatu dalam keragaman suku, budaya, dan agama.

Pancasila sebagai Perekat Persatuan Indonesia

Muzani menegaskan api Pancasila harus terus dinyalakan, karena nilai-nilainya adalah perekat yang menjaga keutuhan Indonesia. Dalam situasi di mana berbagai ideologi asing dan perpecahan berusaha menggerus persatuan, Pancasila berfungsi sebagai benteng kokoh.

“Tanpa Pancasila, kita bukan hanya kehilangan masa lalu yang berharga, tetapi juga kehilangan masa depan yang penuh harapan,” tekan Muzani.

Pernyataan ini mengingatkan kembali bahwa bangsa Indonesia harus senantiasa memperkuat kesadaran kolektif terhadap ideologi negara agar tidak mudah terpecah oleh pengaruh luar.

Peran Pemerintah Daerah dalam Penguatan Ideologi Pancasila

Kehadiran Bupati Humbanghas Oloan P. Nababan dari Kabupaten Humbang Hasundutan dalam sarasehan ini menjadi bukti nyata peran pemerintah daerah dalam mengawal dan memperkokoh ideologi Pancasila.

“Melalui dialog ini, para kepala daerah mendapatkan wawasan dan arahan yang akan diteruskan dalam program-program pembinaan ideologi di wilayah masing-masing,” kata Oloan.

“Sebagai ujung tombak pemerintahan, bupati dan wali kota memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini dalam masyarakat, mulai dari lingkungan pendidikan hingga kehidupan sehari-hari,” lanjut Oloan.

Sinergi BPIP dan Lembaga Negara

Yudian menekankan kerja sama antara BPIP, MPR RI, dan Center for Geopolitics & Geostrategy Studies Indonesia menunjukkan sinergi antarlembaga dalam menjaga dan menguatkan nilai-nilai Pancasila. BPIP sebagai badan yang khusus menangani pembinaan ideologi negara terus mendorong adanya dialog terbuka dan kegiatan edukasi yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Sinergi ini penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi dokumen, tapi hidup dan berkembang dalam sikap serta tindakan seluruh warga negara,” terang Yudian.

Tantangan Geopolitik Global yang Dinamis

Tidak bisa dipungkiri, menurut Oloan kondisi dunia saat ini diwarnai oleh dinamika geopolitik yang semakin kompleks. Perang dagang, konflik regional, pergeseran aliansi negara, hingga pengaruh ideologi baru menjadikan dunia sebuah arena yang menuntut kesiapsiagaan setiap negara, termasuk Indonesia.

“Dalam konteks ini, Indonesia harus tetap kokoh dengan pijakan ideologi yang jelas dan kuat, yaitu Pancasila. Dengan begitu, Indonesia bisa mengambil peran strategis dan menjaga kedaulatan sekaligus persatuan nasional,” ungkap Oloan.

Menatap Masa Depan Indonesia Raya

Sarasehan kebangsaan ini ditegaskan Yudian menjadi titik awal untuk menyatukan visi antara pemerintah pusat dan daerah, para pemangku kepentingan, serta masyarakat luas dalam menjaga dan memperkokoh Pancasila. Langkah ini esensial agar Indonesia mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas dan jati diri.

“Semangat Indonesia Raya yang termaktub dalam Pancasila harus terus dijaga dan diwariskan ke generasi mendatang agar bangsa ini tetap bersatu, kuat, dan maju,” tutup Yudian. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *