google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hadiri Sarasehan Kebangsaan, Walkot Batu: Perkuat Pancasila Hadapi Geopolitik Global

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Wali Kota Batu, Nurochman, menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan yang digelar di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Mei 2025. Acara ini mengusung tema besar Memperkokoh Ideologi Pancasila Menghadapi Tantangan Geopolitik Global Menuju Indonesia Raya, yang bertujuan memperkuat nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika perubahan geopolitik dunia yang terus berkembang. Kegiatan tersebut diselenggarakan atas undangan langsung dari Presiden Republik Indonesia dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara.

Mempersiapkan Indonesia Menghadapi Geopolitik Global

Sarasehan Kebangsaan ini digelar dalam konteks yang sangat relevan dengan situasi geopolitik global yang sedang berubah dengan cepat. Ketegangan internasional, pergeseran aliansi politik, serta isu-isu global lainnya memerlukan sikap yang jelas dan strategi yang tepat bagi Indonesia sebagai negara besar. Tema yang diangkat dalam acara ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi panduan dalam setiap kebijakan dan keputusan yang diambil bangsa Indonesia di panggung dunia.

Wali Kota Batu, Nurochman, dalam keterangannya sebelum acara dimulai, mengungkapkan kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkokoh Ideologi Pancasila di tengah tantangan yang semakin kompleks dalam kancah global.

“Hari ini saya hadir atas undangan langsung dari Presiden RI. Tentunya, ini akan menjadi sarana memperkokoh Ideologi Pancasila dalam menghadapi tantangan global,” ungkapnya dengan tegas.

Pesan ini menjadi sangat relevan mengingat semakin banyaknya negara-negara yang menghadapi disrupsi dan tantangan besar di bidang politik internasional, ekonomi, dan sosial.

“Oleh karena itu, Pancasila sebagai dasar negara menjadi fondasi yang tidak hanya perlu dipahami secara domestik, tetapi juga harus menunjukkan ketangguhannya di kancah internasional,” tutur Cak Nur sapaan akrabnya.

Pancasila sebagai Pondasi Bangsa

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang membuka acara secara resmi, menegaskan pentingnya peran Pancasila dalam menghadapi berbagai tantangan geopolitik global. Dalam sambutannya, Muzani mengatakan bahwa perubahan geopolitik dunia saat ini tidak bisa dipandang hanya sebagai ancaman.

“Perubahan geopolitik dunia merupakan tantangan sekaligus peluang yang harus ditangkap. Untuk menangkap peluang tersebut, Pancasila harus tetap dinyalakan,” kat Muzani dengan semangat.

Ia lebih lanjut menegaskan, setiap bangsa memiliki pondasi yang menjadi dasar kekuatannya. Bagi Indonesia, pondasi itu adalah Pancasila. Tanpa Pancasila, kata Muzani, Indonesia akan kehilangan arah, baik itu dari sisi sejarah maupun masa depan.

“Tanpa Pancasila, Indonesia bukan hanya kehilangan masa lalu, tapi juga kehilangan masa depan,” tegasnya, mengingatkan seluruh peserta akan pentingnya menjaga ideologi ini agar tetap relevan dalam menghadapi segala tantangan.

Pernyataan ini menekankan kembali Pancasila bukan sekadar simbol, tetapi merupakan penuntun bagi bangsa Indonesia dalam menavigasi gejolak politik dunia yang terus berkembang.

Dialog Lintas Sektor untuk Memperkuat Nilai Kebangsaan

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, dalam laporannya menjelaskan sarasehan kebangsaan ini bertujuan untuk menyediakan ruang dialog lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak terkait, guna memperkokoh nilai-nilai kebangsaan di tengah-tengah perubahan geopolitik dunia.

“Kegiatan ini menjadi wahana untuk memperkuat kembali ideologi Pancasila yang harus tetap diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan bangsa, terutama di saat-saat dunia mengalami ketidakpastian geopolitik,” kata Yudian.

Menurutnya, sarasehan ini bukan hanya untuk berbicara soal tantangan, tetapi juga untuk menciptakan kesempatan bagi Indonesia untuk memperkokoh posisi strategisnya di mata dunia.

“Dengan nilai-nilai Pancasila yang selalu dijadikan dasar, Indonesia akan memiliki identitas yang kuat dalam menghadapi gejolak dunia internasional,” tutur Yudian.

Materi dan Narasumber dari Berbagai Sektor

Dalam jalannya kegiatan tersebut, Cak Nur mengikuti dengan seksama paparan dari sejumlah narasumber berkompeten yang mewakili sektor-sektor penting dalam pemerintahan. Beberapa pembicara yang hadir antara lain berasal dari Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, BPIP, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan Kementerian Keuangan. Setiap pembicara memberikan perspektif mengenai bagaimana Pancasila dapat dijaga dan diterapkan di tengah perubahan geopolitik yang terjadi di dunia.

“Pemaparan yang diberikan oleh para ahli tersebut memberikan wawasan mengenai berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, baik dalam hal diplomasi internasional, kebijakan ekonomi, serta pengelolaan sumber daya alam yang dapat menjadi kunci dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang maju dan stabil,” terang Cak Nur.

Kehadiran Pejabat Tinggi Negara

Sarasehan Kebangsaan ini juga dihadiri oleh 847 peserta yang terdiri dari pimpinan lembaga tinggi negara, menteri dalam Kabinet Merah Putih, gubernur, serta bupati dan wali kota seluruh Indonesia. Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat ideologi Pancasila sebagai landasan dalam kebijakan politik luar negeri, ekonomi, dan sosial Indonesia.

Para pejabat tersebut turut memberikan pandangan dan ide yang membangun, dengan fokus pada bagaimana Indonesia bisa bertahan dalam perubahan besar yang terjadi di dunia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk menjalin komunikasi antar daerah dalam memperkokoh rasa kebangsaan dan persatuan.

Menatap Masa Depan Indonesia Raya

Sarasehan Kebangsaan ini diungkapkan Cak Nur tidak hanya memberikan pemahaman baru mengenai tantangan global, tetapi juga membuka peluang bagi Indonesia untuk lebih memanfaatkan potensi geopolitiknya dalam kancah internasional. Dengan tetap berpegang pada Pancasila, Indonesia dapat terus maju dan mengambil peran yang lebih besar dalam perubahan yang terjadi di dunia.

“Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menjawab tantangan geopolitik global, serta memperkokoh identitas Indonesia sebagai negara yang berdiri tegak dengan dasar yang kuat, yaitu Pancasila,” terang Cak Nur.

Sebagai penutup, Cak Nur menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia, dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya, akan mampu melewati segala tantangan dan menjadi negara yang lebih besar dan lebih kuat, menuju Indonesia Raya yang sejati.

“Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta komitmen bersama untuk menjaga Pancasila, masa depan Indonesia semakin cerah di kancah dunia. Dengan demikian, Sarasehan Kebangsaan ini menjadi bukti nyata dari upaya kolektif bangsa Indonesia untuk terus memperkokoh ideologi Pancasila, menjaga keutuhan negara, dan memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik global,” pungkas Cak Nur. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *