Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Halo Matahari Muncul di Malang, Ini Kata BMKG

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Fenomena halo matahari menghiasi langit Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu (4/1/2026) siang. Cincin cahaya yang tampak mengelilingi matahari itu sontak menarik perhatian warga karena terlihat tidak biasa dan memunculkan warna menyerupai pelangi.

Fenomena alam tersebut dengan cepat viral di media sosial. Sejumlah warga mengabadikan momen langka itu dan membagikannya melalui berbagai platform digital. Banyak warganet menyebut tampilan halo matahari tampak menakjubkan sekaligus memunculkan beragam spekulasi.

Menanggapi fenomena tersebut, Prakirawan BMKG Karangploso Malang, Linda Fitrotul Muzayanah, menegaskan bahwa halo matahari merupakan fenomena alam yang umum terjadi dan tidak berbahaya.

“Halo matahari terbentuk akibat interaksi cahaya matahari dengan kristal es yang terdapat pada awan tinggi jenis sirostratus,” ujar Linda saat dikonfirmasi iKoneksi.com, Minggu (4/1/2026).

Linda menjelaskan, fenomena ini terjadi di lapisan troposfer, pada ketinggian sekitar 5 hingga 10 kilometer di atas permukaan bumi. Kristal es berbentuk heksagonal yang terdapat di awan tersebut berperan sebagai prisma alami yang membiaskan cahaya matahari. Akibat proses pembiasan itu, cahaya matahari terurai menjadi beberapa warna. Hasilnya, tampak cincin cahaya menyerupai pelangi yang mengelilingi matahari.

“Bagian dalam cincin biasanya berwarna kemerahan, sedangkan bagian luarnya cenderung kebiruan. Pola warna ini muncul karena perbedaan sudut pembiasan cahaya,” jelasnya.

Menurut Linda, halo matahari dapat terlihat dalam dua bentuk, yakni lingkaran penuh atau setengah lingkaran, dengan matahari berada di titik pusatnya. Bentuk yang tampak bergantung pada posisi awan serta sudut pandang pengamat di permukaan bumi.

“BMKG juga memastikan kemunculan halo matahari tidak berkaitan dengan tanda-tanda bencana alam. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai anggapan keliru yang kerap beredar setiap kali fenomena langit muncul,” sebutnya.

“Fenomena ini murni kejadian alamiah dan bisa terjadi kapan saja, terutama saat awan sirostratus muncul,” tegas Linda.

Meski tidak berbahaya, masyarakat tetap diimbau Linda berhati-hati saat mengamati halo matahari. Menatap matahari secara langsung tanpa perlindungan dapat membahayakan kesehatan mata. Untuk alasan keselamatan, warga disarankan menggunakan kacamata berfilter ultraviolet (UV) atau memanfaatkan kamera dengan filter khusus jika ingin mendokumentasikan fenomena tersebut.

“Jangan melihat matahari secara langsung dengan mata telanjang. Gunakan alat pelindung agar aman,” tandasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *