google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

HUT Ke-24 Kota Batu, Wali Kota Pamer Deretan Capaian Spektakuler

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Suasana halaman Balai Kota Among Tani Batu terasa khidmat pada Jumat pagi (17/10/2025). Udara sejuk khas Kota Batu berpadu dengan warna-warni pakaian adat yang dikenakan para pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Dalam balutan tradisi dan kebanggaan daerah, upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kota Batu berlangsung penuh semangat dan refleksi.

Namun, di balik kemeriahan itu, ada pesan mendalam yang disampaikan oleh Wali Kota Batu, Nurochman atau akrab disapa Cak Nur. Upacara tahunan ini tak hanya menjadi perayaan, melainkan juga momen strategis untuk menegaskan arah pembangunan dan memamerkan capaian spektakuler Pemkot Batu selama setahun terakhir.

Delapan Pilar Capaian Pembangunan

Dalam sambutannya, Cak Nur memaparkan delapan capaian utama yang telah diraih Pemkot Batu sepanjang tahun ini. Kedelapan sektor tersebut meliputi pertumbuhan investasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, penguatan lembaga keagamaan, infrastruktur dan aset, layanan dasar masyarakat, sektor pertanian, serta penurunan angka kemiskinan.

Menurutnya, iklim tata kelola dan pelayanan publik di Kota Batu kini berada dalam tren positif.

“Pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan investor terhadap Kota Batu semakin kuat,” kata Cak Nur di hadapan peserta upacara.

Salah satu indikatornya adalah realisasi investasi yang telah menembus Rp 1,82 triliun, jauh melampaui target tahun ini sebesar Rp 1,12 triliun. Angka tersebut menjadi bukti bahwa Batu semakin diminati sebagai daerah investasi unggulan di Jawa Timur.

Penguatan Kesehatan dan Pendidikan

Tak berhenti pada urusan ekonomi, sektor kesehatan juga mendapat perhatian serius. Sebanyak 192 posyandu di 24 desa dan kelurahan terus dikembangkan. Pemkot pun mengalokasikan Rp 2 miliar untuk penguatan posyandu, serta Rp 1,6 miliar tambahan untuk pengadaan alat dan tenaga kesehatan (nakes).

Di bidang pendidikan, janji kampanye Cak Nur untuk menghadirkan program Seribu Sarjana mulai membuahkan hasil. Saat ini, sudah ada 213 penerima beasiswa (awardee) yang lolos verifikasi dan berhak mendapatkan beasiswa penuh Uang Kuliah Tunggal (UKT) ditambah uang saku Rp 250 ribu per bulan untuk keluarga prasejahtera.

“Investasi terbesar sebuah daerah adalah pada sumber daya manusianya,” tegasnya.

Dukungan Lembaga Keagamaan dan Aset Daerah

Di bidang keagamaan, perhatian Pemkot Batu juga semakin besar. Tahun ini, insentif untuk 1.911 guru agama naik sebesar Rp 350 ribu, dengan total anggaran mencapai Rp 9,1 miliar. Dana tersebut mencakup dukungan kepada 101 lembaga keagamaan dan 14 organisasi masyarakat (ormas) keagamaan.

Tak hanya itu, Cak Nur juga menyampaikan kabar baik terkait pengelolaan aset daerah.

“Kota Batu baru saja menerima Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) senilai Rp 522,2 miliar dari 12 pengembang. Aset besar lainnya, yakni Pasar Induk Among Tani dengan nilai Rp 170,72 miliar, juga resmi diserahkan ke Pemkot Batu tahun ini,” terangnya.

Pertanian dan Layanan Dasar Masyarakat

Transformasi di sektor pertanian menjadi sorotan lain dalam pidato Wali Kota. Melalui program Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (COOSAE), Pemkot Batu berhasil menghubungkan para petani dengan pengusaha di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Sistem ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat posisi Batu sebagai sentra agrowisata modern.

“Sementara itu, untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat, Pemkot Batu menggulirkan subsidi air bersih senilai Rp 5,75 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan reservoir dan jaringan pipa bagi keluarga prasejahtera yang selama ini kesulitan mengakses air bersih,” bebernya.

Penurunan Kemiskinan, Bukti Nyata Keberhasilan

Capaian paling membanggakan datang dari sektor sosial. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kota Batu kini turun menjadi 2,82 persen terendah di wilayah Malang Raya. Angka itu sekaligus menegaskan bahwa kebijakan Pemkot Batu mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat bawah.

Cak Nur menilai, capaian ini bukan hasil kerja individu, melainkan kolaborasi seluruh pihak.

“HUT ke-24 ini bukan sekadar selebrasi. Ini adalah momen refleksi untuk menata arah kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat,” sebutnya menutup sambutan.

Refleksi 24 Tahun Kota Batu

Upacara HUT Kota Batu tahun ini seolah menjadi panggung evaluasi dan kebanggaan bersama. Para pejabat yang hadir dengan busana adat tampak larut dalam suasana penuh optimisme. Sorak tepuk tangan menggema setiap kali capaian baru diumumkan.

“Dalam usia ke-24 tahun, Kota Batu menunjukkan kematangan sebagai kota wisata yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga tangguh secara tata kelola. Dengan capaian di berbagai sektor dan semangat gotong royong yang terus tumbuh, Batu kini menatap masa depan dengan keyakinan: menjadi kota kecil dengan prestasi besar,” tukasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *