google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ikon Halte Buah Batu Dibongkar, Diganti Trotoar Modern

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Kota Batu sejak lama dikenal sebagai kota wisata dengan berbagai inovasi ruang publik. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah halte-halte berbentuk buah dan sayuran yang dibangun pada 2014, ketika Eddy Rumpoko masih menjabat sebagai Wali Kota. Keberadaan halte unik itu sempat menjadi daya tarik tersendiri, mempertegas identitas Batu sebagai kota wisata berbasis pertanian.

Namun, seiring waktu, ikon tersebut kehilangan fungsi. Bukannya menambah estetika, halte-halte itu justru menimbulkan kesan kumuh dan kotor. Bahkan, sebagian besar sudah tidak lagi digunakan sebagai tempat menunggu angkutan umum.

“Ketika dulu dibangun, halte buah dan sayur memang menambah keindahan kota. Tapi sekarang kondisinya berbeda. Fungsinya hilang, malah jadi beban tata ruang,” ungkap salah satu warga Jalan Sultan Agung, Joko.

Kebijakan Baru Pemkot Batu

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Batu akhirnya mengambil langkah tegas. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Pemkot membongkar halte-halte buah dan sayur yang berdiri di beberapa titik utama kota.

Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan keputusan ini diambil setelah melalui kajian teknis yang matang.

“Ya, setelah mempertimbangkan beberapa hal, termasuk hasil kajian teknis, halte-halte tersebut kami bongkar,” katanya kepada iKoneksi.com, Selasa (9/9/2025).

Alfi menambahkan, pembongkaran ini bukan sekadar menghapus ikon lama, melainkan membuka jalan bagi pembangunan fasilitas publik yang lebih fungsional. Bekas halte akan disulap menjadi trotoar modern yang nyaman bagi pejalan kaki.

Trotoar Baru untuk Warga dan Wisatawan

Program revitalisasi trotoar ini tidak hanya fokus pada pembongkaran, tetapi juga perbaikan menyeluruh. DPUPR berencana memperbaiki trotoar dan drainase di lokasi bekas halte, sekaligus memperindah jalur pedestrian agar sesuai dengan wajah kota wisata.

“Kami ingin membuat trotoar yang nyaman dan menarik. Apalagi sekarang banyak yang hobi lari, bersepeda, atau sekadar jalan santai di pusat kota,” jelas Alfi.

Trotoar baru ini diharapkan Alfi bisa menjadi ruang interaksi warga sekaligus mendukung gaya hidup sehat. Selain itu, keberadaan trotoar yang rapi akan mempermudah pergerakan wisatawan, terutama di jalur-jalur padat pengunjung.

Anggaran dan Target Penyelesaian

Untuk mewujudkan proyek ini, Pemkot Batu telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 22 miliar. Proyek perbaikan trotoar ditargetkan rampung pada November 2025, tepat sebelum libur akhir tahun ketika arus wisatawan biasanya memuncak.

“Lokasi pembongkaran halte tersebar di titik-titik strategis, yakni Jalan Sultan Agung, Jalan Agus Salim, Jalan Brantas, Jalan Beji, dan Jalan Trunojoyo. Semua kawasan tersebut selama ini dikenal ramai dan vital bagi arus wisata maupun mobilitas warga,” beber Alfi.

Harapan untuk Wajah Baru Kota Batu

Meski sebagian masyarakat merasa kehilangan ikon lama yang sempat menjadi ciri khas, banyak pula yang menyambut baik langkah ini. Dengan wajah kota yang semakin tertata, Batu diharapkan mampu mempertahankan daya tariknya sebagai destinasi wisata utama Jawa Timur.

“Keputusan Pemkot Batu membongkar halte buah dan sayur sekaligus menjadi cerminan dinamika kota wisata: inovasi tidak selalu abadi, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Kini, publik menanti seperti apa wajah baru Kota Batu setelah proyek trotoar rampung,” pungkas Alfi. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *