google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ikrar Setia pada Pancasila Menggema di Langit Labura

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Labuhanbatu Utara, iKoneksi.com — Udara pagi di halaman Kantor Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) terasa khidmat, Rabu (1/10/2025). Suara lantang H. Rori Syahputra Tambunan, Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Labura, menggema membacakan Ikrar Kesetiaan kepada Pancasila. Kalimat demi kalimatnya mengalun tegas, mencerminkan semangat kebangsaan yang masih menyala di dada putra-putri daerah.

Rori, yang juga anggota DPRD Kabupaten Labura dari Partai Golkar, kali ini tak hanya hadir sebagai pejabat publik, tetapi juga sebagai simbol generasi muda yang berkomitmen menjaga nilai-nilai dasar bangsa. Ia membacakan ikrar tersebut mewakili Ketua DPRD Labura, Rimba Bertuah Sitorus, di hadapan ratusan peserta upacara yang memenuhi halaman kantor bupati.

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Labura, H. Samsul Tanjung, selaku inspektur upacara. Meski cuaca sempat mendung, prosesi berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat.

Suara yang Menggetarkan Kesadaran

Saat mikrofon diserahkan kepadanya, Rori berdiri tegap. Suaranya menggema lantang di antara barisan ASN, pelajar, dan tokoh masyarakat yang hadir. Dalam ikrar itu, tersirat pesan mendalam: bahwa Pancasila adalah dasar negara, pedoman hidup, dan perekat bangsa yang harus dijaga di tengah derasnya arus globalisasi.

“Pembacaan ikrar ini bukan sekadar seremoni tahunan,” kata Rori usai upacara.

“Ini adalah pengingat kolektif bahwa Pancasila tetap menjadi kompas moral kita sebagai bangsa, apa pun tantangannya,” lanjutnya.

Baginya, setiap peringatan Hari Kesaktian Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali rasa persatuan dan semangat gotong royong di masyarakat.

Makna Pancasila di Tengah Tantangan Zaman

Rori menekankan Pancasila bukan hanya simbol ideologis, melainkan pegangan hidup yang menuntun setiap anak bangsa. Di era disrupsi teknologi dan derasnya arus informasi, nilai-nilai luhur seperti keadilan sosial, persatuan, dan ketuhanan sering kali diuji oleh kepentingan sempit dan polarisasi.

“Kalau kita lihat sekarang, banyak tantangan baru mulai dari perpecahan di media sosial hingga konflik kepentingan di tingkat lokal. Semua itu harus kita jawab dengan semangat Pancasila. Itulah mengapa Hari Kesaktian Pancasila penting diperingati,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa semangat itu tidak boleh berhenti di mimbar upacara. Nilai-nilai Pancasila, kata Rori, harus diwujudkan dalam kebijakan publik, pelayanan masyarakat, hingga sikap sehari-hari.

Refleksi dari Lapangan Upacara

Upacara di Labura tersebut berlangsung dengan penuh nuansa nasionalisme. Bendera Merah Putih berkibar gagah diiringi lantunan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Setiap peserta tampak berdiri tegap, beberapa bahkan menahan haru saat ikrar setia pada Pancasila dibacakan.

Wakil Bupati Labura, Samsul Tanjung dalam sambutannya menekankan kesaktian Pancasila terletak pada kesetiaan rakyat Indonesia terhadap nilai-nilainya, bukan pada ritual semata. Ia mengapresiasi peran BKPRMI dan DPRD Labura yang telah menjadi bagian dari semangat peringatan ini.

“Pancasila tidak akan sakti jika kita hanya mengingatnya setahun sekali. Ia sakti karena diamalkan setiap hari,” kata Samsul.

Menjaga Api Ideologi Bangsa

Setelah upacara selesai, Rori menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah pelajar yang hadir. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga warisan ideologis bangsa.

“Anak muda harus paham bahwa Pancasila itu bukan teks mati di buku pelajaran. Ia hidup dalam tindakan kita dalam cara kita menghargai perbedaan, membantu sesama, dan menjaga persatuan,” ujarnya dengan nada tegas namun hangat.

Menurutnya, setiap generasi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan ideologi bangsa ini tidak terkikis oleh zaman. Karena itu, BKPRMI berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan di tengah masyarakat.

Labura dan Semangat Persatuan

Rori menerangkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme masih kuat berdenyut di daerah. Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, Kabupaten Labuhanbatu Utara menunjukkan bahwa cinta tanah air dan keimanan pada nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dalam denyut nadi masyarakatnya.

“Dari halaman Kantor Bupati yang sederhana, gema ikrar kesetiaan itu menjalar hingga ke relung hati banyak orang mengingatkan kembali bahwa selama Pancasila dipegang teguh, bangsa ini akan selalu kokoh,” lugasnya.

“Dengan suara lantang di pagi itu, Labura bukan hanya memperingati Hari Kesaktian Pancasila tetapi juga memperbarui janji bersama: untuk tetap setia pada dasar negara, apa pun tantangan zaman,” pungkas Rori. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *