google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Inflasi Kota Malang Mei 2025 Masih Terkendali di Bawah Target

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Inflasi di Kota Malang pada bulan Mei 2025 tercatat sebesar 1,36 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara secara bulanan (month to month/mtm) justru mengalami deflasi sebesar 0,21 persen. Meski ada tekanan penurunan harga di beberapa komoditas, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Febrina, menegaskan bahwa kondisi inflasi masih terkendali dengan baik, tetap berada dalam rentang sasaran inflasi nasional yaitu 2,5 persen ± 1 persen (yoy).

Koordinasi Solid Pengendalian Inflasi

Febrina mengungkapkan, keberhasilan menjaga inflasi ini tidak terlepas dari sinergi dan koordinasi erat antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang. Dalam menjalankan tugasnya, TPID secara rutin menggelar pertemuan tingkat tinggi (high level meeting atau HLM) untuk merumuskan langkah strategis pengendalian inflasi di wilayahnya.

Lebih jauh, BI Malang bersama TPID juga melakukan berbagai kegiatan monitoring dan sosialisasi yang berdampak nyata, seperti pemantauan panen padi melalui kegiatan UBINAN (Uji Bina Tanam), sosialisasi penganekaragaman konsumsi pangan lokal melalui demo masak olahan pangan non beras dan non tepung, serta edukasi literasi keuangan terkait investasi sebagai upaya mengendalikan inflasi komoditas beras dan emas perhiasan.

“Selain itu, kegiatan monitoring juga dilakukan untuk komoditas penting seperti cabai dan tomat yang menjadi bagian dari kebutuhan pokok masyarakat. Operasi pasar Minyakita dan pengawasan harga bahan pokok selama Mei juga menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan harga di pasar,” kata Febrina.

Penyebab Deflasi Bulanan Mei 2025

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menunjukkan bahwa pada Mei 2025 terjadi deflasi sebesar 0,21 persen (mtm), setelah pada bulan sebelumnya inflasi masih tercatat sebesar 1,07 persen. Deflasi ini terutama dipengaruhi oleh turunnya harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil sebesar -0,24 persen.

“Komoditas utama yang menekan deflasi adalah cabai rawit, bawang merah, cabai merah, bawang putih, dan emas perhiasan. Penurunan harga cabai dan bawang ini terjadi karena meningkatnya pasokan seiring dimulainya musim panen di sentra produksi Kota Malang. Sementara itu, harga bawang putih turun akibat bertambahnya impor bawang putih yang masuk ke pasar lokal. Penurunan harga emas perhiasan pun mengikuti tren normalisasi harga emas di pasar global,” tutur Febrina.

Kenaikan Harga yang Menahan Deflasi

Meski demikian, Febrina menyebutkan, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh beberapa komoditas yang justru mengalami kenaikan harga. Komoditas tersebut antara lain tomat, tarif pulsa ponsel, beras, sawi hijau, dan ketimun. Kenaikan harga tomat, sawi hijau, dan ketimun terjadi akibat pasokan yang terbatas karena cuaca yang kurang kondusif, sehingga produksinya berkurang.

“Kenaikan harga beras dipengaruhi oleh berakhirnya masa panen raya, yang menyebabkan penurunan pasokan gabah di pasar. Sementara kenaikan tarif pulsa ponsel dipicu oleh normalisasi kebijakan pemerintah setelah berakhirnya periode penurunan tarif internet yang diberlakukan selama arus mudik Lebaran 2025,” jelas Febrina.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Febrina menegaskan kondisi inflasi Kota Malang yang masih terkendali ini menjadi bukti efektivitas kerja sama antara pemerintah daerah, BI, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia juga mengingatkan pentingnya terus melakukan monitoring dan penyesuaian kebijakan agar inflasi tetap berada pada tingkat yang sehat dan tidak mengganggu daya beli masyarakat.

“Selain itu, edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam konsumsi dan investasi juga menjadi langkah penting untuk mengendalikan harga di masa mendatang. Dengan demikian, inflasi yang terkendali di Kota Malang tidak hanya mencerminkan kesehatan ekonomi lokal, tetapi juga keberhasilan sinergi berbagai pihak dalam menjaga kesejahteraan warga,” terang Febrina.

“Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan dan komitmen yang terus dijaga, Bank Indonesia dan TPID Kota Malang optimistis inflasi akan tetap berada pada jalur yang aman, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus berlanjut secara stabil dan berkelanjutan,” pungkas Febrina. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *